
Manado, BeritaManado.com — Suasana penuh semangat meliputi Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Utara (Kanwil Kemenag Sulut), Rabu (6/1/2026), saat Kepala Kanwil, H. Ulyas Taha, melepas peserta Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Keluarga Besar Kemenag Sulut.
Berpusat di Ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Kakanwil resmi melepas peserta yang akan berlaga di Porseni Kotamobagu yang akan digelar selama empat hari, mulai 7 hingga 10 Januari 2026.
Sebanyak 800 peserta dari berbagai kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara akan berkompetisi dalam beragam cabang olahraga dan seni untuk menyemarakkan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama.
Tahun ini, HAB mengusung tema besar: “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”.
Sebuah pesan yang menurut Ulyas Taha bukan sekadar slogan, melainkan tanggung jawab moral bagi seluruh jajaran Kemenag.
“Tema ini menegaskan bahwa kerukunan dan sinergi adalah fondasi utama Indonesia yang damai dan maju. Kita di Kementerian Agama punya tanggung moral dan sosial untuk terus merawat persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman,” ujar Ulyas saat memberikan arahan.
Menariknya, Ulyas menekankan bahwa Porseni ini bukan sekadar ajang adu bakat atau mengejar medali.
Baginya, esensi utama kegiatan ini adalah mempererat tali silaturahmi dan solidaritas antar-ASN di lingkungan Kementerian Agama.
Ia ingin melihat para peserta dari berbagai satuan kerja bisa saling mengenal dan membangun semangat kekeluargaan yang lebih erat.
Karena itu, sportivitas, menjaga kesehatan, kompak, patuh pada aturan, serta mengedepankan persatuan dan persaudaraan menjadi poin utama yang ia titipkan kepada para atlet.
“Tidak perlu semata-mata mengejar juara. Yang terpenting adalah berpartisipasi dengan sungguh-sungguh dan memberikan yang terbaik, serta menjaga nama baik Kementerian Agama,” tegasnya di hadapan para kontingen.
Porseni HAB ke-80 ini diharapkan menjadi momentum bagi para ASN Kemenag Sulut untuk kembali menyegarkan semangat kebersamaan, sekaligus merefleksikan nilai-nilai kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
(***/jenlywenur)
