
Langowan, BeritaManado.com – Kembali terjadinya aksi intoleransi terhadap kegiatan kerohanian salah satu gereja Kristen di Padang, Sumatera Barat beberapa waktu lalu terus menuai reaksi dari berbagai kalangan.
Salah satunya dari Ormas Legio Christi Langowan Raya, dimana segenap pimpinan dan anggota kompak menyerukan sekaligus mengutuk keras aksi-aksi intoleransi terhadap agama Kristen di sejumlah tempat.
Ketua Legio Christi Langowan Raya Djoni Wangke kepada BeritaManado.com, mengatakan bahwa apa yang sudah dilakukan oknum-oknum intoleran tersebut sungguh sangat keterlaluan.
“Bagaimana tidak keterlaluan, sampai anak-anak pun ikut jadi korban hingga mengalami trauma. Jadi melalui kesempatan ini, kami Legio Christi Langowan Raya menyerukan kepada aparat kepolisian dan pihak berkepentingan lainnya untuk tidak takut mengambil langkah penanganan,” tegas Djoni Wangke.
Ditambahkannya, jangankan dari umat Kristen sendiri, dari golongan Muslim sendiri juga banyak yang tidak membenarkan aksi intoleransi tersebut.
Namun demikian, penting untuk diketahui bersama yaitu, faktor pendidikan terhadap anak-anak mutlak untuk diperhatikan.
“Dari lingkungan keluarga harus mendapatkan pendidikan moral yang sumbernya adalah Pancasila dan penjabaran nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Ini bukan satu-satunya cara untuk mengatasi intoleransi, namun penting untuk dilakukan sebagai langkah untuk membentuk manusia-manusia yang Pancasilais dan Nasionalis,” ujarnya.
(Frangki Wullur)
