
Manado, BeritaManado.com — Sabtu, 20 September 2025 menjadi hari yang istimewa di Kawasan MegaMas Manado.
Bukan sekadar akhir pekan biasa, hari itu menjadi panggung bagi sebuah acara penting yang membawa harapan baru bagi banyak orang di Sulawesi Utara: Festival Transplantasi 2025.
Digelar oleh RSUP Prof Dr R D Kandou Manado, acara ini hadir bertepatan dengan World Transplant Day dengan tema yang menyentuh hati: “Give Hope, Give Life” atau “Berikan Harapan, Berikan Kehidupan.”
Dengan kegiatan sederhana jalan sehat bersama, senam sehat, dan pemeriksaan kesehatan gratis, serta pembagian flyer, RSUP Kandou ingin mengabarkan seluas-luasnya terkait transplantasi organ.
Membongkar Stigma, Membangun Pemahaman
Menurut Ketua Panitia, dr Oktavianus Umboh SpPD-KGH, kegiatan ini lahir dari satu tujuan utama: mengikis stigma dan menyebarkan pemahaman bahwa transplantasi organ itu aman.
Selama ini, penyakit gagal ginjal dan gagal hati sering dianggap tabu dan menakutkan, padahal siapa pun bisa mengalaminya.
Direktur Utama RSUP Kandou, Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, melalui pelaksana harian dr Yune Laukati MARS, sepakat bahwa transplantasi organ masih kurang populer di Indonesia, jauh berbeda dengan di negara lain.
Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kementerian Kesehatan dan RSUP Kandou sebagai rumah sakit vertikal untuk terus menyosialisasikan pentingnya terapi ini.
Terapi Harapan di Tengah Tantangan
Fakta di lapangan menunjukkan betapa gentingnya masalah ini.
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) 2020 mencatat, ada lebih dari 1,6 juta penduduk Indonesia menderita gagal ginjal.
Sayangnya, mayoritas pasien (97%) hanya menjalani hemodialisis, terapi yang hanya berfungsi mempertahankan hidup.
Sedangkan transplantasi ginjal, yang bisa memberikan harapan untuk sembuh total, hanya dipilih oleh 1% pasien, angka yang miris.
Mengapa bisa begitu? Ada banyak faktor di baliknya, mulai dari kurangnya pengetahuan, stigma negatif, mahalnya biaya, hingga ketakutan akan kualitas hidup yang menurun setelah menjadi pendonor.
Melalui festival ini, RSUP Kandou ingin mengubah persepsi tersebut.
“Kita ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang aman dan pentingnya, tak hanya untuk transplantasi ginjal itu sendiri, tapi juga untuk donor organ,” tegas dr Yune.
Komitmen untuk Kebaikan Bersama
Lebih dari sekadar mengedukasi, acara ini juga menjadi wadah untuk menginspirasi.
RSUP Kandou, yang kini menjadi salah satu dari 19 rumah sakit vertikal di Indonesia yang sudah menangani transplantasi ginjal sebanyak dua kali, bertekad terus mengembangkan layanan ini.
“Ini menjadi suatu kebanggaan bagi RSUP Kandou,” kata dr Yune Laukati.
