Ke depan, Bank Indonesia akan melanjutkan penguatan kebijakan keuangan hijau yang salah satunya ditujukan untuk memitigasi risiko terhadap stabilitas sistem keuangan.
Penguatan-penguatan yang akan dilakukan antara lain melalui kebijakan makroprudensial, pendalaman pasar keuangan, pengembangan ekonomi dan keuangan inklusif, hingga transformasi kelembagaan Bank Indonesia yang keseluruhannya memperhatikan lingkungan.
Adapun dalam penguatan dan implementasinya, Bank Indonesia akan terus bersinergi dan melakukan koordinasi erat dengan KSSK, Kementerian/Lembaga, dan stakeholders terkait.
Dalam diskusi yang berkembang di forum G20, para negara anggota bersepakat, transisi peralihan penggunaan sumberdaya keuangan yang lebih sustainable perlu memperhatikan implementasinya secara global yang orderly, just and affordable.
Presidensi Indonesia dalam hal ini memiliki peran strategis dalam memperkuat peta jalan, lanskap kebijakan, dan rencana mitigasi dampak sosial untuk transisi iklim yang adil dan terjangkau.
Inisiatif-inisiatif tersebut kemudian akan dikembangkan lebih lanjut menjadi suatu platform koordinasi dan kerjasama yang dapat membantu pemerintah untuk menyukseskan pembiayaan dan pencapaian transisi energi dengan memanfaatkan sumber pendanaan publik dan swasta serta instrumen kebijakan multilateral dan nasional lainnya.
Dody pun memberikan appresiasi yang tinggi kepada Gubernur Sulawesi Utara dan seluruh jajaran pemerintah provinsi atas inisiatifnya menyelenggarakan North Sulawesi Investment Forum yang dirangkaikan dengan diskusi isu utama G20 berkaitan dengan aspek sustainable finance dan green investment.
“Semoga topik ini secara tidak langsung mewakili optimisme dari pemerintah setempat untuk mendorong peningkatan potensi ekonomi lokal melalui pengembangan sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan di masa depan,” pungkas Dody.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM RI Nurul Ichwan, SE MM, Ketua DPRD Sulut, dr Fransiscus Andi Silangen SpB KBD, Pj. Sekdaprov Sulut Dr. Praseno Hadi SE., MM, Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulut Arbonas Hutabarat, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Franky Manumpil dan para undangan lainnya.
(srisurya)
