Teddy Kumaat
MANADO – Legislator Sulut yang juga Ketua Relawan Olly-Steven, Teddy Kumaat menjelaskan, kondisi kelistrikan di Sulut saat ini sudah pada level kritis.
“Tim Pak Olly – Steven sudah kaji bersama, dan ini sudah dijadikan program prioritas mendesak untuk segera ditanggulangi,” tutur mantan Wakil Walikota Manado itu.
Kumaat menjelaskan, jika melihat kapasitas pembangkit listrik di Sulut saat ini hanya sekitar 230 MW tetapi beban puncak mencapai 325 MW, itu berarti kita tidak punya cadangan untuk karena semua habis terpakai. Dengan kondisi itu sangat diperlukan investasi baru penambahan pembangkit listrik.
“Kajian kami 2016-2017 Sulut butuh tambahan investasi pembangkit sekitar 100 MW. Ini untuk melayani peningkatan kebutuhan dan sangat mendesak,” jelasnya.
Dia memperkirakan, dalam 10 tahun ke depan, dengan geliat ekonomi Sulut memerlukan cadangan listrik lebih besar.
Lima tahun ke depan, Sulut membutuhkan kapasaitas terpasang sekitar 500 MW. Artinya, kita sekarang butuh investasi listrik sekitar 200 MW.
“Tahun 2016 – 2017 mendesak kita butuh 100 MW, ini kebutuhan riil. Pak Olly sedang melakukan lobby itu,” katanya.
Investasi pembangkit itu dapat dilakukan melalui APBN maupun swasta nasional.
“Pak Olly memiliki pengalaman dan kemampuan melobby dan memperjuangkan APBN untuk infrastruktur, termasuk listrik. Kita sudah siapkan skenario investasi untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan 10 – 20 tahun ke depan,” tambahnya.
Menurutnya, ketersediaan energy listrik menjadi sangat vital untuk peningkatan berbagai aspek kehidupan baik ekonomi maupun sosial budaya.
“Setiap investor yang akan mengembangkan usahanya di suatu daerah. Hal pertanya yang dia akan tanya, ketersediaan energy listrik. Kalau tidak tersedia, dia akan mundur sebab pasti,” ujarnya.
Kumaat pun membandingkan kapasitas pembangkit listrik yang kini dimiliki Sulawesi Selatan yang telah terbebas dari pemadaman listrik.
Di Sulsel sekarang tersedia sejumlah pembangkit listrik yang berkapsiatas 1.200 MW daya terpasang tetapi hanya sekitar 800 MW yang digunakan. Artinya Sulsel mengalami surplus listrik. (ads)

