Kota Manado

Pangkerego Nilai Rumah Sakit Cocok Diantara Mall dan Hotel

Pangkerego Nilai Rumah Sakit Cocok Diantara Mall dan Hotel
Rumah Sakit Siloam Internasional Manado (foto beritamanado)

MANADO – Rencana pembangunan Rumah Sakit (RS) yang bertaraf internasional di kota Manado tepatnya di gedung ex Matahari lama yang pengoperasiannya mendekati tahap akhir, masih menyisihkan pertanyaan dari sejumlah masyarakat terkait tata ruang dan pengolahan limbah RS bertaraf internasional itu.

Menanggapi hal tersebut, kepala BLH kota Manado, Josua Pangkerego Selasa (13/12) kepada wartawan menuturkan, “memang secara pengelolahan semua kan kita bisa dekati secara teknologi karena menjadi perbandingannya kehadiran rumah sakit yang sama di kota-kota besar seperti di Jakarta itu berada diantara mall dan hotel, yang penting tertib sesuai dengan komitmennya atau yang ditetapkan dalam rencana Amdal, RKL, RPL, mereka bisa tepati, maka saya kira dampak yang kita tidak harapkan itu tidak terjadi.”

Permasalahan tata ruang yang selama ini menjadi permasalahan pembangunan rumah-sakit tersebut, Pangkerego menjelaskan, “tata ruang yang baru produk hukumnya belum ada. Jadi, kita menggunakan tata ruang yang lama, aturannya disana ada peluang kawasan pengelolahan perdagangan dan usaha, untuk rumah sakit yang sejenis ini tidak kita lihat lagi secara kaku rumah sakit yang cuma orang sakit tetapi melihat itu sebagai juga upaya di bidang perdagangan. Artinya mereka yang mampu itu yang akan masuk disana sehingga pendekatan itu didekatkan masuk pada wilayah pelayanan kawasan komersil.”

Saat ditanya apabilah nanti pada pengoperasiannya dari pihak rumah-sakit tidak memperhatikan masalah IPAL dan kajian Amdalnya apakah pengoprasiannya akan dihentikan? Pangkerego mengatakan, “konsekwensinya begitu kalau mereka tidak sesuai dengan komitmen yang mereka nyatakan didalam kajian atau dokumen Amdal. Dalam proses pengawasan ada hal-hal yang tidak dipenuhi, itu akan dilakukan, kalaupun beberapa kali diingatkan untuk melakukan treatment atau penanganan khusus dan jika tidak dipenuhi tentu ada tindakan akhir dari sesuai aturan bisa ke persoalan hukum.” (jrp)

4 tanggapan untuk “Pangkerego Nilai Rumah Sakit Cocok Diantara Mall dan Hotel”

  1. …IYO KALO BARU MAU BANGUN SAMUA HEBAT…
    .
    ..
    …TUNGGU 5 TAHUN KEDEPAN….SO KUNING DENG COKLAT SAMUA ITU PANTE…
    .
    …SO TATAMBAH SEDAP ITU IKAN P RASA DI PANTAI MANADO…SO DAPA RASA PAIT SADIKI…HAHAH..

    …SELAIN ITU DIA P ANGIN PANTAI SO TATAMBAH HARUM…
    ..

    ….SO BAGITU LEI MASO RUMAH SAKIT CUMA ORANG KAYA YG BISA MASUK…SO COCOK KANG !!! :)

    ..SELAMAT MENIKMATI JO ORANG MANADO !!! ;)

  2. Hmm .. Sesuai dengan kita pe perkiraan sebalumnya, bahwa Ijin Siloam Hospital pasti disetujui Pemkot.
    Karena Apa? pasti Ujung2 Doi. karena semua pakar sudah menjelaskan tentang berbagai dampak negatif dari permbangunan Rumah Sakit di lokasi ini.

    Konsekuensi kalau tidak sesuai akan di bawa ke persoalan Hukum? … So tatambah le ngoni pe pambadusta, hele masalah AMDAl kawasan Mega Mas nda kelar2 apale tatambah ini!!!
    Dasar Pemkot sudah menjadi KACUNG Para Pengusaha !!!

  3. “tata ruang yang baru produk hukumnya belum ada. Jadi, kita menggunakan tata ruang yang lama, aturannya disana ada peluang kawasan pengelolahan perdagangan dan usaha, untuk rumah sakit yang sejenis ini tidak kita lihat lagi secara kaku rumah sakit yang cuma orang sakit TETAPI MELIHAT ITU SEBAGAI JUGA UPAYA DI BIDANG PERDAGANGAN. Artinya mereka yang mampu itu yang akan masuk disana sehingga pendekatan itu didekatkan masuk pada wilayah PELAYANAN KAWASAN KOMERSIL.”

    Pernyataan di atas adalah salah satu pernyataan paling ngawur yang di lontarkan aparat pemerintah, sejak kapan Fasilitas umum berupa RS masuk kategori Bidang Perdagangan..?
    Kalu tdk mengerti Tata Ruang Tolonglah jangan mengeluarkan pernyataan yang bisa membodohi masyarakat..

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara