Kota Bitung

Lurah Gunakan Kekerasan, Warga Manembo-nembo Segel Kantor

Lurah Gunakan Kekerasan, Warga Manembo-nembo Segel Kantor
Kantor lurah Manembo-nembo yang disegel warga (foto ist)

Bitung—Tidak tahan terhadap perlakuan oknum lurah yang kerap kali menggunakan kekerasan terhadap warga, puluhan warga Manembo-nembo sepakat melakukan penyegelan kantor. Aksi penyegalan ini dilakukan warga, Selasa (13/3) malam sekitar pukul 21.15 Wita karena tidak tahan lagi dengan tindakan lurah yang tak segan-segan menganiaya waragnya yang dianggap bersalah.

“Waktu itu saya dicambok dengan rotan hanya karena kedapatan membawa pisau dapur. Saya sudah menjelaskan jika saya baru dari rumah duka membantu memasak, namun lurah tidak mempercayai dan tetap memukul saya,” kata salah satu warga.

Perlakukan lurah ini sendiri sudah berulang kali dirasakan oleh sejumlah warga sehingga tidak tahan lagi. Bahkan akhir-akhir ini warga semakin kesal karena dalam pelayanan terhadap masyarakat lurah seakan mau menang sendiri tanpa mau lagi mendengar apa keluhan warga.

“Masalah minyak tanah yang kini ditangani pihak kelurahan kian semakin sulit didapatkan, ketika warga bertanya soal penyaluran yang tidak merata, malah balik lurah yang marah-marah,” katanya.

Masalah minyak tanah ini sendiri juga menjadi salah satu alasan warga melakukan penyegelan kantor lurah selain masalah kekekerasa. Seperti yang diutarakan salah satu warga, Janny Lengkong yang mengaku lurah tidak transparan soal penyaluran minyak tanah terhadap warga selama ini.

“Sebelum penyegelan, saya beberapa kali menelpon lurah untuk berkoordinasi soal penyaluran minyak tanah. Tapi sayangnya lurah tidak mau mengangkat, sehingga saya memutuskan untuk melakukan penyegelan bersama warga,” kata Lengkong yang mengaku adalah pemilik lahan tempat kantor lurah Manembo-nembo berdiri tersebut.

Menurut Lengkong, tanah tersebut sengaja di peruntukan untuk kepentingan masyarakat Manembo-nembo dan bukan untuk dijadikan aset Pemkot Bitung. “Harusnya lurah tahu diri, kami sudah merelakan tanah kami untuk digunakan secara cuma-cuma malah tidak memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Bagian Pemerintahan Kota Bitung, Fabian Kaloh mengaku pihaknya sementara mencari solusi atas permasalahan tersebut. Dan ia berharap dalam waktu dekat ini permasalahan tersebut bisa selesai dan aktifitas kantor bisa berjalan dengan baik.

“Saya masih sementara mencari solusi, namun yang jelas saat ini pelayanan dipindahkan untuk sementara ke rumah warga karena kita tidak mau pelayanan terhenti hanya karena penyegelan tersebut,” kata Kaloh.(en)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara