
Manado – Dana Kepemudaan yang dikelolah DPD KNPI Sulut sebesar Rp 1 Miliar menjadi persoalan akhir-akhir ini. Selain peruntukannya yang tak dapat dipertanggungjawabkan, anehnya biaya kepemudaan yang seharusnya berada dalam penganggaran di Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) Sulut, kini berada dalam penganggaran Biro Kesejahteraan (Kesra) Pemprov Sulut.
Menanggapi hal ini Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulut, Benny Rhamdani mengaku terkejut mendengar informasi ini. Menurutnya, saat dalam pembahasan di DPRD lalu, anggaran kepemudaan berada di Dispora bukan di Biro Kesra Pemprov Sulut.
Saat pembahasan lalu, anggaran itu ada di Dispora, sebesar 1 Miliar yang teknis pengelolahannya nanti akan diatur oleh KNPI. Ada kekeliruan jika dana tersebut ada di Biro Kesra – Benny Rhamdani kepada beritamanado.
Rhamdani sendiri membeberkan kejadian tersebut, merupakan kekeliruan dalam kebijakan dan berpotensi persoalan hukum.
“Dari informasi yang saya dapat, bahwa ada oknum pengurus KNPI Sulut yang melakukan lobi ke Sekretaris Provinsi untuk memindahkan dana tersebut dari Dispora Sulut ke Biro Kesra Pemprov Sulut, ini ada apa? Pertanyaannya ada disitu, ya pengelolahan dana oleh KNPI, semi korupsi boleh diduga demikian,” ujar Rhamdani seraya tersenyum. (oke)

Kami dukung DPRD Sulut untuk melaporkan dugaan korupsi ke Mapolda Sulut, begitu dilaporkan pasti akan ditindak lanjuti. dengan acaman hukuman minimal 15 tahun kurungan badan
wagh memalukan, para pemuda di Sulut memperkaya dirinya sendiri, sudah mengurus OKP fiktif sekarang malah pada korupsi
Manis di bibir, mengungkap fakta, walau akupun ikut terlibat.. hahahhaaaa
towo sasaja dorang ini…hidop dari doi rakyat ley kwa samua mo stel so suci.
Ini le aneh kwa, masa tu KNPI baru nama Komite Nasional Pemuda Indonesia mar dia pe isi samua orang so tua. Ada yang so riki ada cucu. Bagemana le mo bilang pemuda. Kong dari kita pe tahu jo baca koran, ini orang-orang ini salalu ada di KNPI. Kong skarang kita riki so ada anak 2, ini orang-orang ini le masih KNPI. oooo tetey, pe awet muda skali le ini pengurus KNPI nda pernah ganti
Bongkar Terus Bung Brani, jangan takut dengan kelompok Beringin tua.. hahahaaaa, bung Ben tetap tidak akan disi=uruh pindah dari rumah dinas bumi beringin.
Ben dalam rapat terbongkar…ada 50 juta buat ngana pe OKP…mana???
Desak BPK untuk memeriksa akan kekeliruan penggunaan anggaran tersebut..utk pemprov dana sisa nyanda usah kase..pantas ada oknum pengurus KNPI yang nyanda jelas pekerjaannya so ada —…priksa tu — kalo ambe doi dr mana, kalo terbukti sita samua tu hasil korupsi..
Masi muda so kase tunjung yang nya bagus
ini baru kejadian aneh…. secara tdk langsung ada pengakuan dari anggota Dewan Propinsi secara tidak langsung mengakui jika Oknum KNPI “lebih hebat” dari mrk… krn mampu memindahkan mata anggaran dari Dinas Pora ke Kesra…. artinya klu ini benar berarti fungsi bugeting dari dewan tidak jalan……..