
Manado — Dalam rangka menjalin silaturahmi serta membina hubungan baik, Kodim 1309/Manado melaksanakan kegiatan Pembinaan Jaring Mitra Karib yang tersebar di wilayahnya.
Bertempat di aula serba guna kodim 1309/Manado kegiatan itu berlangsung dengan mengusung tema “Mewujudkan Binter TNI yang adaptif melalui kegiatan pembinaan jaring mitra karib di wilayah guna mengoptimalkan deteksi dini, cegah dini, temu cepat dan lapor cepat bagi apkowil”.
Pembinaan jaring mitra karib teritorial, merupakan agenda program kerja Semester 1 Kodim 1309/Manado tahun anggaran 2022 bidang teritorial dalam rangka pembinaan teritorial.
Kegiatan dibuka oleh Komandan Kodim 1309/Manado Kolonel Inf Daniel ES Lalawi didampingi Kasdim, para Pasi dan Danramil jajaran 1309/Manado serta menghadirkan perwakilan Mitra Karib Kodim Manado, dilaksanakan secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan.
Dandim 1309/Manado pun mengucapkan selamat datang kepada para tamu undangan yang sudah berkenan hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Lanjut Dandim, setiap aparat Komando Kewilayahan harus memiliki kemampuan temu cepat dan lapor cepat.
Hal itu merupakan salah satu bentuk dari kecepatan mendeteksi suatu permasalahan yang timbul di wilayah agar dapat diantisipasi dengan pengambilan keputusan yang tepat.
Hal itu didukung melalui kegiatan pembinaan jaring mitra karib yang pelapornya dilaksanakan oleh mitra karib binaan Apkowil Kodim 1309/Manado.
“Dengan demikian Kodim 1309/Manado membentuk jaring mitra karib dengan harapan dapat memberikan informasi atau data yang up to date sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan serta dapat membentuk jaringan atau network yang luas guna kepentingan pertahanan dan keamanan wilayah,” kata Kolonel Daniel Lalawi.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Dandim berharap, seluruh komponen masyarakat di wilayah Kodim 1309/Manado dapat menjadi mata dan telinga agar selalu memberikan informasi akurat.
“Sehingga kita dapat terhindar dari berbagai ancaman separatisme, terorisme, radikalisme, konflik komunal, isu politik provensial dan lokal,” tutup Dandim.
(***/srisurya)
