Kota Manado

Kiscya Mottoh, Zin Zumba yang Ingin Jadi Penari Hebat

Kiscya Mottoh, Zin Zumba yang Ingin Jadi Penari Hebat
Kiscya Anastasya Mottoh

Manado — Kiscya Anastasya Mottoh kini banyak menghabiskan waktunya dengan tekun berlatih untuk menjadi seorang presenter.

Meski demikian, gadis cantik kelahiran
Manado, 8 Maret 2002 ini tetap tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa di Universitas De La Salle Manado.

ADVERTISEMENT

Menariknya, selain mulai mencoba masuk di dunia presenter dan aktif sebagai mahasiswa, anak sulung dari pasangan Frans Mottoh dan Lucy Mailangkay ini ternyata menggeluti profesi sebagai zin Zumba.

“Saya juga mempunyai hobi dan bisa menghasilkan, seperti sekarang ini yang sementara saya geluti. Puji Tuhan saya juga sekarang ini dipercayakan sebagai instruktur zumba,” ujar Kiscya kepada BeritaManado.com.

Kiscya mengaku, mengenal Zumba dari ibunya yang juga seorang instruktur dan hingga kini pernah mengikuti berbagai lomba Zumba dan medapat juara.

“Semua itu karena support dan doa dari ibu saya. Puji Tuhan saya pernah juara beberapa kali. Selain juara Zumba saya juga sudah beberapa kali juara dance,” kata Kiscya.

Kerja keras yang membuahkan prestasi tersebut memang tidak didapat dengan mudah.

Menjadi penari yang hebat di Sulawesi Utara bahkan sampai ditingkat nasional ternyata sudah merupakan cita-cita Kiscya sejak kecil.

Itu sebabnya, ada banyak suka duka yang telah dilalui oleh Kiscya yang dikenal sebagai salah satu zin Zumba termuda saat ini.

“Puji Tuhan selama saya menjadi instruktur zumba banyak orang yang panggil saya untuk mengajar. Dukanya, pernah saya mengajar Zumba di kantor dan saya sedang kurang sehat, tapi memaksakan diri untuk mengajar. Akhirnya saya pusing, hampir pingsan dan saya tidak melanjutkan mengajar Zumba. Saya merasa kecewa telah memaksakan diri saya untuk berolahraga,” ungkap Kiscya.

Wanita cerdas dan cantik ini juga mempunyai target jangka panjang dalam hidupnya, yakni ingin menjadi orang sukses dan dibanggakan orang tuanya.

“Jadilah baik, jika bukan yang terbaik menjadi filosofi dalam kehidupan saya,” pungkas Kiscya.

(HardianSangkoy)