
Manado, BeritaManado.com — Suasana khidmat menyelimuti Graha Bethany Manado pada Jumat (23/01/2026).
Ratusan jemaat dari berbagai denominasi berkumpul dalam Ibadah Awal Tahun yang digelar kolaborasi Pelayanan Siswa (PELSIS) Jaringan Tim Evang (JTE), Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK), dan BAMAG-LKKI Sulawesi Utara (Sulut).
Namun, ada satu momen yang membuat suasana mendadak hening sekaligus haru.
Direktur Utama RSUP Prof Dr R D Kandou, Prof Dr dr Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, berdiri di depan mimbar bukan untuk memberikan sambutan yang sarat birokrasi, melainkan membagikan kesaksian iman yang menggetarkan.
Prof Starry menceritakan kembali peristiwa kelam yang dialaminya pada Desember 2025 lalu.
Kala itu, ia sedang mendampingi Wakil Menteri Kesehatan dalam kunjungan kerja di Sulut.
Ketika hendak menaiki kapal, ia terpeleset hingga bagian belakang tubuhnya menghantam sudut tajam kapal dengan keras.
“Sebagai dokter, saya sangat paham risiko kondisi itu. Secara medis, benturan seperti itu bisa berujung pada kelumpuhan total,” kenang Prof Starry dengan suara bergetar.
Keajaiban terjadi, di mana meski sempat menjalani perawatan selama empat hari di RS Kandou, proses pemulihannya berjalan sangat cepat—sesuatu yang menurutnya di luar nalar medis.
Hanya dalam sepekan, ia sudah kembali berdiri tegak memimpin apel Hari Ibu pada 22 Desember 2025.
“Puji Tuhan, saya dijamah dan menerima mukjizat. Semua ini bukan karena kekuatan saya, tapi semata-mata karena tangan kasih Tuhan,” tuturnya.
Simbol Rekonsolidasi Gereja

Kehadiran Ketua Sinode GMIM, Pdt Dr Adolf K Wenas sebagai pemimpin ibadah di Graha Bethany, menjadi sinyal kuat persatuan gereja di Sulawesi Utara.
Dalam khotbahnya yang mengambil nats dari Yohanes 3:16, Pdt. Adolf menekankan pentingnya kasih yang konkret.
Ia mengajak umat untuk mengubur rasa iri dan dengki, serta memperkuat kerukunan antar lintas sinode.
Senada dengan itu, Ketua Dewan Pembina BAMAG LKKI, Dr Ir Cornelius D. Ronowidjojo, MA, PhD, menyebut momen ini sebagai “rekonsolidasi” gereja-gereja di Sulut.
“Kehadiran jemaat lintas denominasi dalam satu meja ibadah adalah simbol komitmen kita untuk membangun pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Cornelius.
Tak hanya bicara soal organisasi, Cornelius juga memberikan dukungan moral terbuka bagi kepemimpinan Prof Starry di RS Kandou.
Ia memuji integritas dan keteladanan iman sang profesor seraya berharap dapat membawa dampak positif bagi dunia kesehatan di Sulawesi Utara.
