Sementara soal potensi efek imunisasi yang berkaitan dengan kematian, kata Prof Hindra, terdapat kondisi KIPI berat yang dinamakan syok anafilaktik.
Sedangkan reaksi anafilaktik akibat vaksinasi tersebut jarang terjadi di masyarakat.
Dijelaskannya, jika penerima vaksin mengalami KIPI berat maka akan menunjukkan gejala yang parah dan biasanya tidak berlangsung lama setelah imunisasi dilakukan seperti kecacatan, syok anafilaktik dan alergi.
Syok anafilaktik membutuhkan pertolongan yang cepat dan tepat.
“KIPI berat imunisasi adalah syok anafilaktik yang timbul 30 menit setelah imunisasi,” terangnya.
Terkait hal ini, menurut Prima, syok anafilaktik setelah imunisasi ini bisa terjadi dalam hitungan menit setelah vaksin diberikan dan lagi-lagi kondisi ini sangat jarang terjadi.
“Kasus anafilaktik sangat jarang terjadi dan mayoritas dapat menyebabkan kematian segera setelah pemberian imunisasi, biasanya dalam 30 menit pertama. Namun, hal ini tetap harus dibuktikan melalui investigasi dan kajian kausalitas yang mendalam atau menyeluruh,” pungkas Prima.
(jenlywenur)
