MANADO – Dokter Kesehatan (Dokes) Polda Sulawesi Utara belum mengotopsi tiga jenazah warga negara asing korban helikopter jatuh milik Nyaman Air yang disewa perusahaan kontraktor pertambangan di PT Nusa Halmahera Mineral (NHM) Maluku Utara, di Gunung Dua Saudara, Bitung, pada Rabu (3/8) lalu.
Kepala Bidang Dokes Polda Sulut, Felix Sangkalia, di Manado, Jumat (5/8) dini hari mengatakan, masih ada tiga jenazah korban lagi yang belum dilakukan otopsi.
“Kesemuannya adalah warga negara asing (WNA), yaitu Barry Tom Limpson (departemen maintanance underground), Roelof Roodth (departemen underground mining) dan Dion Rennie (departemen underground mining),” ujar Felix usai melakukan otopsi ketujuh jenazah korban tragedi heli. Felix mengatakan, tiga jenazah korban tersebut akan di lanjutkan otopsi pada Jumat siang hari.
“Identifikasi ketiga jenazah korban ini akan dilakukan dengan menggabungkan data sidik jari dengan data monte morten (data sebelum meninggal),” jelas Felix.
Felix pun sangat berharap dengan kehadiran keluarga ketiga korban, karena akan lebih membantu proses identifikasi.
Sementara untuk tujuh jenazah korban lainnya dikatakan Felix, tidak ada masalah dan sudah dapat dipulangkan kepada keluarganya.
“Proses otopsi tujuh jenazah korban sudah dilakukan tanpa ada kendala berarti,” katanya. Dari tujuh jenazah korban itupun, lima jenazah korban diantaranya telah diantar ke pangkalan Angkatan Laut untuk di pulangkan ke keluarganya, sedangkan dua jenazah korban lainnya yaitu Roy Nawawi dan Adrian Aird, langsung menuju kediaman masing-masing.
Korban Roy Nawawi dipulangkan ke Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa dengan wilayah kepolisian Manado, sedangkan Adrian Aird akan dibawa ke kediaman istrinya di Desa Treman, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara. “Kami dizinkan untuk membawa korban langsung ke rumah,” ujar Inggrid, adik ipar Roy Nawawi.
Demikian juga dikatakan istri Adrian Aird, Jois Bernadus, bila keluarganya akan langsung membawa jenazah korban di Minahasa Utara.
Sementara lima jenazah korban lainnya, di antaranya Zainudin Ahmad (departemen IT), Dian Rimba Rudi (departemen explorasi), Edi Purnomo (pilot), Humaidi (enginer) dan Wilson Yosua (departemen explorasi), telah berada di balai satuan Pangkalan TNI Angkatan Udara dari RSUP Manado untuk dipulangkan ke pihak keluarga masing-masing.(brn)
