Hukum dan Kriminalitas

Kasus Hambalang, KPK Bidik Keterlibatan Olly Dondokambey

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dan membidik pihak-pihak yang terkait dalam kasus korupsi pembangunan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan serta Sekolah Olahraga Nasional di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, menyebut, tidak tertutup kemungkinan pihak-pihak lain itu berasal dari kalangan politikus di DPR.

Menurut Johan, proses penyidikan Hambalang masih berlangsung. Hal itu dibuktikan dengan ditetapkannya Direktur Utama PT Dutasari Citralaras, Machfud Suroso sebagai tersangka,

KPK juga membidik sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam tahap pengurusan anggaran dan penggunaan anggaran, salah satunya mantan Anggota Badan Anggaran DPR asal fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Olly Dondokambey. Olly diduga menerima hadiah (gratifikasi) berupa furnitur mewah berbahan kayu jati lantaran menyetujui penambahan anggaran proyek Hambalang.

“Masih dikembangkan belum berhenti. Dasar pengembangan ya tadi, apakah ada bukti-bukti cukup atau tidak. Kedua, kasus ini ditelusuri dari proses penganggaran dan penggunaan anggaran saat proyek berjalan,” kata Johan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (6/11) seperti dilansir merdeka.com.

Johan menegaskan, proses penyidikan kasus Hambalang pada tahap pembahasan anggaran di DPR masih berjalan. Yakni, lanjut dia, hal itu meliputi dugaan penyalahgunaan kewenangan dilakukan penyelenggara negara, yakni anggota DPR dalam proses pengajuan penambahan dan persetujuan pencairan anggaran.

Johan menegaskan, jika dalam proses itu ditemukan dua alat bukti cukup guna menjerat pihak lain yang terbukti terlibat atau menerima hadiah atau janji terkait pembahasan anggaran Hambalang, bukan tidak mungkin akan dijerat. Tetapi, menurut dia, sampai saat ini hal itu belum dilakukan karena masih diusut oleh penyidik.

“Intinya kita usut dari proses awalnya. Termasuk pembahasan peningkatan anggaran dari Rp 125 miliar sampai sekian triliun,” ujar Johan. (*/Agust Hari)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara