Kehidupan seorang Biarawati dalam komunitas atau arekat apapun, semuanya tidak terlepas dari rutinitas untuk berdoa bagi seluruh komponen umat dan masyarakat. Hitungan hari bahkan tahun, semuanya dilalui dengan doa dan karya bakti kami bagi masyarakat. Tidak ada harta duniawi yang melekat dalam hidup kami, karena yang dimiliki hanya lutut dan tangan untuk berdoa – Sr Joseo Mandagi JMJ (60 tahun), Sr Agneta Ngala JMJ (50 tahun), Sr Agustine Sigar JMJ (40 tahun), Sr Wenefrida Siabi JMJ (40 tahun)
Itulah ungkapan penuh makna dari empat Suster Societas JMJ Provinsi Makasar yang merayakan pesta hidup membiara yang ke 60, 50 dan 40 tahun, Rabu (16/9/2015) kemarin di Kapel Biara JMJ Stella Maris Makasar.
Sr Agustine Sigar JMJ mewakili tiga jubelaris lainnya dalam ungkapan hati, mengatakan bahwa sebagai seorang biarawati yang boleh merayakan hidup membiara adalah sebuah momen yang dapat meneguhkan kembali panggilan hidup yang Tuhan karuniakan.
“Namun demikian, kami berempat juga membutuhkan dukungan doa dari umat sekalian demi kesuburan panggilan hidup yang tertuang dalam doa dan karya kami di tengah-tengah masyarakat. Semoga karya bakti dan doa kami juga dapat menumbuhkan panggilan di tengah-tengah umat,” kata Sr Agustine.
Sementara jubelaris lainnya Sr Joseo Mandagi JMJ yang merayakan HUT ke-60 hidup membiara kepada BeritaManado.com, Kamis (17/9/2015) pagi mengatakan bahwa orangtua sebagai jembatan panggilan hidup pantas untuk mendapatkan tempat istimewa.
“Orangtua yang telah mengijinkan dan merestui kami menindaklanjuti keputusan untuk masuk dalam satu komunitas biarawati bagaikan anak tangga pertama menuju totalitas panggilan hidup demi sebuah karya misi,” tandas Biarawati asal Desa Rambunan Sonder ini. (frangkiwullur)
Berikut ini foto-foto Perayaan HUT Membiara 4 Suster JMJ Provinsi Makasar:





