Amurang– Kabar mulai diterapkannya kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) mulai memunculkan kekawatiran tersendiri sejumlah warga Minahasa Selatan. Pasalnya, kemungkinan berimbas naiknya harga sejumlah barang pokok di pasaran Amurang dan sekitarnya.
Ishak Yohanes dari LSM Gerbang Maju Sulut (GMS), bahwa sudah kebiasaan dikalah ada kenaikan gaji PNS. ‘’Akan diikuti naiknya harga barang. Bahkan terkadang prosentasinya melebihi kenaikan gaji tersebut,’’ ujar Yohanes.
Kata Yohanes, sehingga memberatkan masyarakat Minsel secara umum. Karena itu seharusnya setiap kali pemerintah ingin menaikan gaji harus diikuti juga peningkatan ketahanan pangan akibat daya beli masyarakat yang kemungkinan bisa tertekan.
Hal yang sama diungkapkan Richard Lendongan warga Amurang, yang mengharapkan pula pemerintah tidak hanya memperhatikan nasib PNS. ‘’Sebab warga non PNS menjadi tertekan akibat kenaikan gaji yang hanya dinikmati PNS. Sementara pendapatan mereka seakan tidak bertambah,’’ ucap Lendongan.
Dibagian lain Ketua Komisi III DPRD Minsel Drs Roby Sangkoy ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan. ‘’Yang pertama untuk para PNS agar menyesuaikan kenaikan gaji. Ini dengan peningkatan kualitas kinerjanya, termasuk juga menjaga sikap dan prilaku di lingkungan masyarakat agar dapat disegani,’’ ungkap Sangkoy.
Dan menyangkut kenaikan gaji PNS yang selalu dibarengi naiknya harga barang sudah tak bisa dipungkiri lagi. Dan baginya ini normal, seakan sudah ada system dagang tanpa bisa membatasi kenaikan harga barang.
‘’Mengingat pula hal seperti ini sudah berlangsung sejak dahulu. Namun demikian kenaikan harga barang harus pula melihat tingkat kewajarannya. Dalam hal ini pihak pemerintah yang ada untuk dapat memonitoring pergerakan harga di pasaran,’’ tegas lelaki dari Fraksi Partai Golkar ini.
Ditambahkan Sangkoy, termasuk kiranya ada kebijakan tersendiri sisi lain bagi masyarakat yang bisa kena imbas, kerugian akibat kenaikan gaji PNS.
Dari pantauan beritamanado, harga sejumlah bahan pokok di pasaran khususnya di Amurang dan Tumpaan relatif masih stabil. Namun kondisi stabil itu tidak menutup kemungkinan harga-harga segera naik. Sehingga pemerintah perlu mengambil langkah-langkah pencegahan agar harga jual di pasar tidak melambung tinggi. (and)
