Dimembe – Dalam pertemuan para wartawan biro Minahasa Utara, Rabu (21/5/2014), dibentuklah Persatuan Jurnalis Tumetenden Minut (PJTM). Sebuah persatuan untuk mewadahi seluruh jurnalis Minut.
Melewati pemilihan, John Simbuang dari Tabloid Identitas juga wartawan senior di Minahasa Utara meraih suara terbanyak menjabat Ketua PJTM. Sekretaris dijabat Simon Gesimaking wartawan Komentar dan Bendahara Rianthy Kalalo dari Manado Post.
Diangkatnya nama Tumetenden, seiring dengan budaya Tonsea, yang juga merupakan icon budaya Minut tentang kisah Mamanua Lumalundung.
Ketua PJTM, John Simbuang mengatakan, ditambahkannya nama Tumetenden, juga untuk mendukung Visi Pemkab Minut yang diusung Bupati Sompie Singal dan Wabup Yulisa Baramuli akan Daerah Minut sebagai Daerah Kunjungan Wisata 2015.
“Persatuan ini turut kita ambil bagian secara aktif untuk menunjang Visi Minut dengan tidak meninggalkan kode etik jurnalis, independen, kritis dan profesional,” kata John Simbuang.
Terbentuknya PJTM yang turut mendukung Visi Minut, Kadisbudpar Minut, Dra Femmy AM Pangkerego MPd ME memberikan apresiasi. Sebagai instansi terkait menunjang Visi Minut, Pangkerego mengatakan siap mendukung kegiatan PJTM. (robintanauma)

Saya minta tolong untuk masukin cerita kejadian nyata ke surat kabar ke seluruh Indonesia. Saya akan bayar $100-$100.000. kalo hasilnya bisa menolong perkara saya di Amerika. Imbalan $100-$1000 apabila cerita saya bisa masuk ke seluruh surat kabar di Indonesia bahkan sampai International. Karna cerita saya ini menyangkut hak asasi manusia atau hak kemanusiaan yang terjadi selama kurang lebih tiga tahun di California Amerika. Imbalan $100.000 kalau saya bisa mendapatkan pengacara dan pengacara tersebut bisa memenangkan perkara saya. Saya dan keluarga tidak pernah melakukan pelanggaran ataupun tidak pernah melakukan kriminal. Kalau anda bersedia saya akan email cerita saya untuk dimasukan ke semua surat kabar di seluruh Indonesia. Terima kasih…………………
Nama saya Stevanus Edward lahir di Jakarta dan sekarang tinggal di Los Angeles, California. Orangtua saya berasal dari Manado dan famnya Raintung/Gerungan. Saya dan keluarga pindah dari Indonesia di akhir tahun 1997 karna papa pensiun dari Pelita Air Service lalu papa ambil sekolah lagi di Amerika untuk bisa bekerja di perusahaan penerbangan HeliOne. Selama beberapa tahun tinggal di Amerika belum pernah terjadi ancaman seperti yang terjadi saat ini. Ancaman dan terror terjadi ketika setelah mengalami cedera/injury dikerjaan. Saya cedera dibagian left knee, internal bleeding abdomen dan internal bleeding thoracic ribcage. Cedera saya pendarahan dibagian perut dan ribs bisa membuat mati seketika karna heart attack. Saya membutuhkan pertolongan dari pemerintah Indonesia untuk bisa membantu hak kemanusiaan di negara Amerika karna saya dan keluarga dipantau dengan inteligent yg jahat di Amerika. Saya dan keluarga tidak pernah melakukan kriminal tetapi asuransi dari pekerjaan yang saya kerja sudah membuat percobaan pembunuhan/an attempted murder lebih dari enam kali dan mereka sudah membuat pemalsuan hasil kesehatan tujuh kali (Mri scan empat kali, CT scan dua kali dan bone scan sekali) dan tidak sampai disitu saja bahkan asuransi kerjaan mengancam Dokter pribadi saya untuk tidak memberikan operasi setelah saya mendapatkan hasil Mri yang benar di bagian rusuk. Setiap kali saya dan istri coba melaporkan ke polisi setempat, polisi dan kepala komandan polisi selalu menolak untuk investigasi dan menolak memberikan police report number. Saya memohon pertolongan dari pemerintah Indonesia karna musuh dan lawan saya menggunakan NSA Surveillance. NSA Surveillance yang digunakan negara Australia untuk menyadap cellphone mantan President SBY. NSA Agency sebenarnya digunakan untuk terrorist tetapi sekarang sudah terbukti bukan untuk terrorist saja melainkan untuk bisnis, bagi orang yang mempunyai bisnis dan bekerja di state atau di federal Amerika sudah menggunakan alat penyadap atau pengintai dengan jaringan NSA Surveillance untuk melindungi bisnis konspirasi kriminal mereka. Saya sudah tiga kali pergi ke gawat darurat rumah sakit tetapi pihak rumah sakit menolak saya dengan tidak beralasan. Untungnya setiap saya merasakan sakit dibagian dada seperti heart attack, saya langsung minum obat tylenol/advil. Di bulan May 2015, saya baru tahu dan mempelajari kalo tylenol/ advil obat yang tepat untuk sakit saya. Primary dokter saya diancam untuk tidak boleh memberikan surgery/operasi atau pengobatan lainnya setelah saya sudah menemukan hasil Mri yang menunjukkan letak bagian robek di bagian thoracic ribs. Saya harus pergi ke Vancouver, Canada tempat orangtua saya bertugas untuk mendapatkan hasil Mri yang benar. Namun setelah saya menuju balik pulang ke California saya di perhadapkan dengan US border custom yang siap mau ambil hasil bukti Mri saya yang benar. Mereka memblok saya untuk tidak mendapatkan lawyer di California untuk file lawsuit. Saya sudah pernah mendapatkan pengacara empat kali yang setuju dan mau menerima case saya tetapi setelah beberapa hari kemudian pengacara tersebut menolak tidak dengan alasan yang tepat. Perusahaan asuransi kriminal ini bernama LWP Claims Sacramento. LWP menggunakan pengintai dari orang Indonesia sendiri, polisi, state agent sampai federal agent. LWP sudah berulang kali melakukan konspirasi kriminal dari pemalsuan, percobaan pembunuhan dan sampai sudah melanggar international law buat Human Rights atau hak kemanusiaan untuk bisa mendapatkan pengobatan dan untuk mendapatkan pembelaan dari pengacara. Sebenarnya kasus saya ini cuma karna cedera dikerjaan dan setiap perusahaan sudah mempunyai asuransi perusahaan (worker compensation insurance) untuk melindungi dan membayar pekerja yang cedera diperusahaan. Tetapi karna LWP pasti sudah terbiasa untuk tidak mau membayar dan lebih mengutamakan untuk mencederai pekerja yang cedera daripada mengobati. Sekarang LWP sudah terbongkar dengan bukti-bukti kriminal yang mereka lakukan ke saya. Saya sudah mempunyai banyak bukti kurang lebih dari seratus tetapi saya tidak mengerti untuk memproses lawsuit di California. Dan sekarang saya masih sakit sekali dibagian perut dan ribs karna cedera saya perlu dioperasi. Saya baru mengerti kalo cedera saya ini bisa menghancurkan organisasi asuransi dengan multimillion dollar Lawsuit. Saya tidak memikirkan jumlahnya tetapi sejak dari awal saya sudah bilang ke LWP asuransi kalau saya perlu pengobatan. Saya sudah tanya dengan worker compensation board dari state agency dan INA state agency worker compensation board bilang kalo LWP sudah melakukan kriminal tetapi pegawai dari state agency tersebut bilang harus file lawsuit tersendiri bukan dari worker compensation board. LWP menggunakan penyadap dan mengintai saya dari cell phone, internet, polisi, drones, state agent, federal agent sampai ada orang indonesia sendiri untuk conspiracy crime. Saya membutuhkan pertolongan dari pemerintah Indonesia untuk perlindungan hak asasi manusia untuk bisa berobat dan hak asasi manusia untuk mendapatkan keadilan di negara Amerika karna saya warga Indonesia. Saya membutuhkan pertolongan karna LWP dipimpin oleh ditactor leader di California. Saya perlu pengobatan operasi dibagian perut dan rusuk untuk memberhentikan pendarahan. LWP Sacramento menggunakan NSA Surveillance untuk kontrol semua aktivitas saya dan untuk mengontrol tindakan kejahatan conspiracy crime. Saya tidak pernah melakukan kejahatan sekecil apapun tetapi perusahaan mafia terror LWP Sacramento terus menekan dan memantau saya, agar saya tidak bisa mendapatkan pengobatan dan pengacara. Saya yakin ada ditaktor leader yang kontrol kejadian kriminal ini semua. Di negara Amerika anjing bisa dilindungi dan diberikan pengobatan tetapi LWP Sacramento lebih dari binatang yang tidak mempunyai kemanusiaan. Saya masih bisa hidup sampai saat ini karna perlindungan Tuhan yang Maha Esa. Terima Kasih dan Tuhan memberkati.
Nomor hp (717) 5574517
Email; [email protected], [email protected]
Alamat; 10801 Lemon Ave apt# A8, Rancho Cucamonga, CA 91737