
Manado – Dalam acara pelatihan kader kepemimpinan se-Sulawesi Utara yang diselenggarakan di Kompi Senapan A Yonif 712/Wiratama di Desa Tateli, Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa, pagi tadi mendatangkan pembicara dari lembaga legislatif provinsi Sulawesi Utara, yakni Jhon Dumais, atau yang sering disapa ‘JD’ ini.
Jhon Dumais yang merupakan ketua komisi satu DPRD Sulut ini bersama-sama dengan Prof. Ishak Pulukadang menyampaiakan materi dengan tema Kewaspadaan Nasional. Dalam kesempatan tersebut Jhon Dumais mengutarakan bahwa saat ini genreasi muda bangsa telah kehilangan identitas.
“Berbagai problematik yang dialami oleh bangsa kita saat ini merupakan sebuah pergumulan bersama. Sampai kapankah Indonesia akan keluar dari setiap problematik bangsa,” papar Dumais. Dia kemudian mengutarakan bahwa hal ini terjadi akibar generasi muda di negeri ini telah kehilangan identitas bangsa dan jati diri pemuda.
“Toleransi, saling menghargai, kegotongroyongan bak sesuatu yang sulit untuk dicari di setiap kalangan pemuda saat ini. Padahal itulah identitas bangsa kita yang tertuang secara sempurna dalam lima sila Pancasila,” kata Dumais.
“Berbagai persoalan bangsa saat ini akan terlewatkan dengan penuh ridho apabilah segenap anak negeri mampu mengembalikan identitas bangsa dan jati diri pemuda seperti pada tahun 1928, yakni momentum yang bersejarah yaitu Sumpah Pemuda. Dengan semangat patriotisme maka nantinya kita mampu mengawal bangsa terlebih mampu mengejawantakan cita-cita konstitusi yaitu kesejahteraan, kedamaian, dan keamanan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tutup Jhon Dumais.(gn)

aduh eh JD, coba ngana pila tu kata2 yang mengacu pa pernyataanmu…
Jhon Dumais yang merupakan ketua komisi satu DPRD Sulut ini bersama-sama dengan Prof. Ishak Pulukadang menyampaiakan materi dengan tema Kewaspadaan Nasional. Dalam kesempatan tersebut Jhon Dumais mengutarakan bahwa saat ini genreasi muda bangsa telah kehilangan identitas. kata ‘telah’ menunjuk bahwa semua generasi muda termasuk JD juga. coba ngana ganti dengan saat ini ‘tidak sedikit’ generasi muda dstnya…
Dumais, Anda yang mendukung penurunan paksa baliho Paskah di Gereja Malalayang, justru telah memberi contoh buruk kepada para pemuda, dan membuat mereka bisa kehilangan jati dirinya: jatidiri sebagai warga gereja, jatidiri sebagai anak bangsa !!!
ayo pemuda sulut – gorontalo, gelorakan semangatmu membangun daerah.
tak usah tengok kiri tengok kanan, apalagi menoleh ke belakang.
maju terus………………………………….
Generasi Muda adalah produk Generasi di atasnya, termasuk John Dumais. Dengan kata lain, generasinya John Dumais juga kehilangan identitas, karena hanya berorientasi kekuasaan.