Kini, kebun Beleaf Farms sudah merambah ke Surabaya hingga Bali.
“Sayuran yang ditanam dengan metode hidroponik bisa lebih sehat dan berkualitas karena bebas dari pestisida, kebutuhan nutrisinya tercukupi, serta akarnya bersih. Beleaf Farms menggunakan 90 persen lebih sedikit air dibandingkan rata-rata pertanian tradisional. Semua air dari perkebunan selalu didaur ulang demi mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Sampah organik juga diolah menjadi kompos untuk disumbangkan ke lahan pertanian di sekitar Beleaf Farms,” tambah Amrit.
Beleaf Farms juga berperan sebagai tempat belajar yang inklusif bagi para petani lokal.
Pada 2022, Beleaf Farms mengusung model Farming as a Service (FaaS) yang mengintegrasikan beragam teknologi untuk meningkatkan produktivitas hasil kebun.
“Kami juga membekali para mitra petani lokal dengan pengetahuan terkait agronomi, penjualan dan pemasaran sayuran hidroponik agar petani makin berdaya dan memajukan pertanian Indonesia,” jelas Amrit.
Beleaf Farms juga memanfaatkan platform online Tokopedia agar manfaat dari sayuran hidroponik yang dihasilkan oleh para petani lokal bisa dirasakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia. Berkat Tokopedia, Beleaf Farms bisa meraup omzet bulanan hingga puluhan juta rupiah,” tutup Amrit.
(***/srisurya)
