Justru sekolah memiliki peran memberikan pengertian pada siswanya.
Menurutnya sekolah justru bisa menjadi fasilitator bagi anak dalam menyalurkan hobi bermain latto-latto.
Misalnya saja dengan menyelenggarakan lomba tek-tek yang bisa menjadi sarana menampung hobi anak sekaligus mengajarkan bermain jujur dan sportif.
“Sekolah bisa mengingatkan. Bukan hanya sekedar melarang karena berbahaya atau membiarkan saja. Namun anak-anak diingatkan bahaya latto-latto bagi diri sendiri dan orang lain serta kapan bisa bermain biar peka terhadap lingkungan,” tandasnya.
(Alfrits Semen)
