
Jakarta, BeritaManado.com – Jangan sepelekan hal-hal yang berkaitan dengan kondisi pertanian saat ini, sebab ancaman krisis pangan global juga mengintai hingga ke pelosok pedesaan.
Demikian pendapat Jan Maringka, sosok yang memiliki kepedulian terhadap cita-cita terwujudnya ketahanan pangan secara berkelanjutan bagi negeri tercinta Indonesia, termasuk kampung halamannya Minahasa.
Menurutnya, satu hal yang pasti karena ketahanan dan kemandirian pangan ini harus diwujudkan secara berkelanjutan, karena itu infrastruktur penunjangnya juga harus disiapkan.
Jan Maringka sendiri yang pernah mengemban tugas sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian RI menyebutkan bahwa infrastruktur yang dimaksud yaitu sarana pendidikan yang fokus pada upaya untuk menyiapkan sumber daya manusia dengan kompetensi teknis di bidang pertanian, disamping hadirnya Sekolah Madya Taruna Nusantara (SMTN) Langowan.
Jika tidak demikian yang dilakukan, maka menurut Jan Maringka Sulut khususnya Minahasa akan tinggal menunggu waktu untuk menerima dampak dari krisis pangan global tersebut.
Menurutnya paling tidak ada satu institusi pendidikan dengan standar nasional yang setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).
“Kita butuh kesinambungan SDM di bidang pertanian. Bahkan untuk tingkat pendidikan tinggi, Sulut perlu memiliki semacam Politeknik Pertanian. Dengan demikian lulusan SMA/SMK yang memiliki minat untuk melanjutkan pendidikan tidak perlu keluar daerah,” ungkap Jan Maringka.
Ditambahkannya, dalam menghadapi krisis pangan global tidak hanya sekedar mengajak masyarakat sebanyak mungkin untuk menanam komoditi pangan di lahan-lahan yang belum dimanfaatkan atau digarap.
“Ini juga sudah termasuk bagaimana membangun kekuatan sektor pertanian secara komprehensif, mulai dari cara-cara budidaya, penanganan hama dan penyakit hingga pada manajemen pasca panen. Bahkan untuk masuk lebih jauh dalam konteks bisnis, kita memerlukan SDM yang kompeten dan paham bagaimana menjalankan strategi yang efisien dan efektif,” jelas Maringka.
Memang perlu disadari tidak semua rakyat Sulut harus menggeluti dunia pertanian, akan tetapi hal tersebut penting untuk disikapi agar semua aspek kehidupan manusia harus diisi oleh SDM unggul dan dalam hal ini bidang pertanian masih perlu mendapatkan perhatian serius demi terhindar dari dampak krisis pangan global.
Secara spesifik, Jan Maringka menyebutkan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan terobosan dan itu tidak perlu dengan sesuatu yang kompleks.
Keberadaan lahan adalah hal pertama untuk membuktikan keseriusan pemerintah dalam membangun sistem yang nantinya dapat berkontribusi untuk memproteksi sektor pertanian daerah dalam mewujudkan apa yang dinamakan ketahanan pangan.
(Frangki Wullur)
