
Manado, BeritaManado.com — Panglima Panji Yosua Pria Kaum Bapa (P/KB) Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) James Karinda SH MH menyikapi rencana dari sejumlah Ormas Adat yang akan menggelar aksi damai, Senin (8/6/2020).
Aksi tersebut dilaksanakan untuk menuntut agar aparat kepolisian segera memproses pelaku pengrusakan di Rumah Sakit Umum (RSU) Pancaran Kasih Manado.
“Saya mengimbau agar segenap pengurus dan anggota Panji Yosua untuk tidak terlibat dalam aksi tersebut, karena panji Yosua dihadirkan untuk membawa misi Gereja diatas dunia dengan berdasarkan pada kasih persaudaraan,” kata James Karinda.
Lebih lanjut, James Karinda mengatakan persoalan pengrusakan di RSU Pancaran Kasih bukan merupakan masalah Suku Ras Agama dan Antar golongan (SARA), tetapi murni kriminal dan saat ini sementara ditangani oleh aparat Kepolisian.
“Sekali lagi saya imbau agar tidak ada keterlibatan Panji Yosua dalam aksi 8 Juni 2020, jangan ada anggota maupun pengurus yang turun menggunakan atribut Panji Yosua,” tegasnya.
Karinda juga menjelaskan Panji Yosua GMIM harus taat pada imbauan PGI dan BPMS GMIM yang melarang untuk melaksanakan aktifitas berkumpul apa lagi melibatkan banyak orang dalam misi pelayanan ditengah pandemik Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), sehingga dalam kaitan aksi hari ini, sehingga anggota maupun pengurus Panji Yosua tidak diperkenankan untuk terlibat.
“Anggota maupun pengurus Panji Yosua sebaiknya mendorong kerja positif dalam membantu warga yang terdampak Covid-19, dengan mengaktifkan kelompok pertanian, nelayan dan aksi sosial yang membantu pelayanan misi Gereja,” tandasnya.
(Rei Rumlus)
