
Manado, BeritaManado.com — Baru-baru ini Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi sorotan publik atas pernyataannya yang membandingkan kinerja Presiden Joko Widodo dengan rezim Susilo Bambang Yudhoyono.
Dilansir dari Suara.com jaringan BeritaManado.com, pakar komunikasi politik Emrus Sihombing memberikan penilaiannya atas pernyataan AHY tersebut.
Emrus Sihombing menilai, AHY menunjukkan ketidakdewasaan berpolitik dalam pernyataannya yang kemudian mengundang polemik.
“Pandangan-pandangan yang disampaikan AHY ini menunjukkan ketidakmatangan beliau dalam berkomunikasi politik dan ketidakmatangan sebagai aktor politik,” kata Emrus, dikutip Kamis (29/9/2022).
“Padahal, dia ketua umum partai hingga salah satu kandidat di Pilpres 2024,” katanya.
Selain itu, AHY juga dianggapnya tidak bisa disebut sebagai negarawan, malahan justru menilai kalau sosok AHY saat ini hanyalah sebagai politisi yang ingin berkuasa.
“Kalau negarawan kan lebih mengedepankan, kekuasaan bukan penting. Tapi memperoleh kekuasaan itu harus memang egaliter. Tapi kalau seperti AHY itu belum egaliter,” terangnya.
Alih-alih membanding-bandingkan, Emrus menyarankan AHY menyampaikan program yang ia buat melalui partai yang dipimpinnya.
“Jadi adu program. Tidak membuat diksi-diksi yang sifatnya seolah-olah SBY superior,” ujarnya.
Kalau berdasarkan data, Emrus menyebut SBY hanya membangun jalan tol sepanjang 189,2 kilometer sejak 2004 hingga 2019.
Sedangkan Jokowi telah membangun jalan tol sepanjang 1.762,3 kilometer sejak menjabat pada tahun 2014. Bahkan, 750 kilometer jalan tol lagi ditargetkan selesai pada 2024.
Kemudian, tercatat memang ada 18 bendungan mulai konstruksi di era SBY. Namun, seluruhnya diselesaikan di era Jokowi.
Jokowi juga diketahui membangun 12 bendungan sejak menjabat.
Jika diakumulasi, ada 30 bendungan yang selesai dibangun di era Jokowi. Di era Jokowi, ditargetkan juga ada 27 bendungan lagi hingga 2024.
AHY Sindir Jokowi Hanya Gunting Pita
Sebelumnya, AHY membandingkan proyek pembangunan infrastruktur yang terjadi di era Pemerintahan SBY dengan Pemerintahan Jokowi saat ini.
Ia menyindir pemerintahan kekinian seolah-olah telah banyak membangun infrastruktur, padahal hanya sekedar melakukan seremoni gunting pita belaka.
Awalnya, AHY menyebut banyak pembangunan atau proyek infrastruktur yang dibangun di era SBY tapi tidak banyak dipublikasikan.
