Agama dan Pendidikan

Inovasi UVC–Ozon Dorong Daya Saing Ikan Asap Santiago, Pertama di Indonesia untuk Produk Perikanan

Inovasi UVC–Ozon Dorong Daya Saing Ikan Asap Santiago, Pertama di Indonesia untuk Produk Perikanan
Tim dosen Politeknik Negeri Nusa Utara mengenalkan inovasi teknologi sterilisasi UVC–Ozon

Tahuna, BeritaManado.com — Upaya meningkatkan kualitas dan daya saing produk perikanan lokal kembali menggeliat di Kabupaten Kepulauan Sangihe. 

Melalui program pengabdian pada masyarakat, tim dosen Politeknik Negeri Nusa Utara mengenalkan inovasi teknologi sterilisasi UVC–Ozon dan pengemasan vakum kepada kelompok pengolah ikan asap di Kelurahan Santiago.

Kegiatan yang dipimpin oleh Jaka F. P. Palawe, STP., M.Si, bersama anggota tim Ir. Ely John Karimela, S.Pi., M.Si, dipusatkan di kediaman Aisah Manis, salah satu pengolah ikan asap tertua yang telah berkecimpung hampir 40 tahun dalam industri tradisional ini.

Inovasi UVC–Ozon Dorong Daya Saing Ikan Asap Santiago, Pertama di Indonesia untuk Produk Perikanan
tim dosen Politeknik Negeri Nusa Utara mengenalkan inovasi teknologi sterilisasi UVC–Ozon

Dalam pendampingan tersebut, tim memperkenalkan alat sterilisasi UVC–Ozon pertama di Indonesia yang khusus dirancang untuk produk ikan asap sebuah pencapaian yang menandai terobosan penting dalam dunia pengolahan pangan lokal.

Teknologi sterilisasi modern ini membantu menurunkan tingkat kontaminasi mikroba, meningkatkan kebersihan, memperbaiki tampilan visual, serta memperpanjang umur simpan ikan asap. 

Tidak hanya itu, peserta pelatihan juga mendapatkan bimbingan mengenai teknik pengemasan vakum dan pelabelan produk, yang menjadi kunci dalam meningkatkan nilai jual dan daya tarik di pasar yang lebih luas.

Menurut Ketua Tim, Jaka F. P. Palawe, inovasi ini merupakan langkah penting bagi masyarakat pesisir untuk meningkatkan daya saing. 

“Teknologi UVC–Ozon adalah solusi tepat guna untuk menjawab tantangan higienitas dan standar keamanan pangan. Kami berharap inovasi ini menjadi titik awal transformasi industri ikan asap di Sangihe,” ujarnya.

Sementara itu, Aisah Manis menyambut baik kehadiran teknologi baru ini. Ia berharap peningkatan kualitas dapat membuat produknya semakin diminati. 

“Saya senang bisa belajar teknologi baru. Semoga ikan asap kami lebih tahan lama dan disukai banyak orang,” tuturnya.

Melalui program ini, masyarakat Santiago kini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha ikan asap secara lebih higienis, berkualitas, dan kompetitif. Inisiatif ini juga menjadi bukti nyata peran perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi dan mendorong kemandirian ekonomi di kawasan pesisir.

(Jhonli Kaletuang)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara