Berita Utama

Ini Yang Dirasakan Maurits Mantiri Saat Nikmati The Mecca of Divers di Selat Lembeh

Ini Yang Dirasakan Maurits Mantiri Saat Nikmati The Mecca of Divers di Selat Lembeh
Maurits saat menikmati keindahan di bawah laut Selat Lembeh

Bitung, Beritamanado.comMaurits Mantiri mengaku sempat diliputi rasa ketakutan saat memulai menyelam di Selat Lembeh, pekan lalu.

Wakil Wali Kota Bitung ini mengaku dihinggapi rasa ketakukan saat berada di kedalam sembilan hingga sepuluh meter dan kembali dipandu untuk naik ke permukaan oleh sejumlah pemandu selam atau dive guide yang mendampinginya.

“Namanya baru pemula, pasti ada rasa ketakukan saat berada di kedalam sepuluh meter dan menurut pemandu itu adalah hal yang lumrah serta manusiawi,” kata Maurits seraya tertawa, Minggu (27/10/2019).

Pun demikian, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bitung ini kembali memberanikan diri untuk kembali menyelam hingga mengaku ketagihan karena keindahan serta keunikan biota Selat Lembah yang dijumpai di kedalaman sepuluh hingga lima belas meter.

“Sangat tepat jika Selat Lembeh dijuluki The Mecca of Divers atau The Mecca of Macro Photography oleh para wisatawan luar karena keunikan biota-biota yang katanya hanya ada di Selat Lembeh,” katanya.

Maurits mengaku melakukan penyelaman di spot Air Prang dan Makawidey dari 88an titik menyelam yang dimiliki Selat Lembeh.

“Keindahan dan keunikan biota di kedua spot itu tidak dapat saya lukiskan dengan kata-kata. Belum lagi spot-spot lainnya yang pasti jauh lebih menarik dan saya akan luangkan waktu untuk menjajal semua spot itu,” katanya.

Ini Yang Dirasakan Maurits Mantiri Saat Nikmati The Mecca of Divers di Selat Lembeh
Maurits saat bersiap melakulan penyelaman di Selat Lembeh

Selain menyelam, Maurits juga mengaku berdialog dengan para pelaku pariwisata di Selat Lembeh seperti dive guide, crue perahu, pemilik resort dan warga dengan tujuan mendapat masukan untuk pengembangan pariwisata.

“SDM dan fasilitas memang adalah masukan yang utama mereka sampaikan. Dan memang untuk kedua hal itu sementara kita rintis dengan harapan mendapat dukungan dari semua pihak terutama masyarakat sekitar agar pariwisata dampaknya betul-betul dirasakan masyarakat,” katanya.

Dirinya mengaku, khusus untuk SDM dive guide, kebanyakan masih ditangani dive guide dari luar Kota Bitung seperti dari Bunaken dan sekitarnya. Begitu juga dengan resort-resort yang masih mengalami keterbatasan ketersedian kamar.

“Nah, kita berharap akan muncul dive guide lokal atau warga Kota Bitung serta keterbatasan kamar resort akan diakali dengan menjadikan rumah warga sekitar menjadi home stay. Dan itu sementara dirintis sehingga perlu suport dari masyarakata,” katanya.

The Mecca of Divers

Dikutip dari berbagai sumber, jauh sebelum Pemkot Bitung menjadikan Selat Lembeh sebagai aset pariwisata, selat ini sudah lebih dikenal di mancanegara karena keindahan yang dimiliki.

Keistimewaan Selat Lembeh justru terletak pada keunikan biota yang berukuran kecil dan biota-biota yang berkamuflase dengan baik pada habitat.

Sebagian dari biota-biota tersebut bahkan termasuk langka dan bahkan tidak dapat ditemukan di tempat lain, atau bersifat endemik.

Ekosistem yang unik tersebut merupakan rumah bagi para nudibranch, flamboyant sotong, mimic octopus hingga ikan frog berbulu.

Detail kecantikan mereka yang luar biasa merupakan obyek mahal bagi para pecinta fotografi bawah air. Karena keistimewaan tersebut, Selat Lembeh sering kali dijuluki sebagai The Mecca of Divers atau The Mecca of Macro Photography.

Bagi yang baru pertama kali menyelam di Selat Lembeh mungkin akan kecewa dan cepat merasakan kebosanan ketika sudah berada di dalam air.

Pasalnya, sebagian titik penyelaman yang ada di Selat Lembeh adalah berupa hamparan pasir hitam bekas erupsi gunung berapi di masa lampau.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara