
Novilius Tampi
Sangihe, BeritaManado.com-Sejumlah masyarakat di Kabupaten Kepuluan Sangihe mengeluhkan akan ketersediaan air bersih dan kerusakan pipa. Seperti yang terjadi di sejumlah wilayah di Kota Tahuna yang ada di Kelurahan Soatalora II, Apeng Sembeka (Apes) Kecamatan Tahuna dan Kampung mala Kecamatan manganitu.
Direktur Utama (Dirut) PDAM Sangihe Novilius Tampi menanggapi keluhan masyarakat mengatakan, terkait kerusakan pipa yang terjadi di Kelurahan Soatalira II. Menurut dia, pipa yang rusak itu, merupakan pipa Aspes eks jaman Belanda, dan pipa tersebut sudah puluhan tahun lamanya. Sementara itu ada penimbunan jalan sehingga pipa ini tertimbun.
“Untuk di Soataloara II Itukan pipa peninggalan waktu jaman belanda yang sudah lama, baru disana ada perbaikan dan penimbunan jalan, jadi pipa itu tertimbum sehingga kami sulit untuk mencari titik kebocoranya,” kata Tampi kepada BeritaManado.com, Senin (28/1/2019).
Yang menjadi kendala saat ini bagi pihak PDAM Dia menjelaskan, pipa Aspes ini sudah lama, untuk memperbaikinya tidak ada aksessoris pengganti yang terjual.
“Jadi ini merupakan pipa Aspes yang sudah beberapa puluh tahun, dan menjadi kendala bagi kami tidak ada aksessoris pengganti yang terjual baik di Manado maupun di Sangihe,” jelasnya.
“Kami sudah berupaya mungkin untuk mengganti pipa aspes ini, mudah-mudahan tahun 2019 ini sudah terealisasi semua di Kota Tahuna,” sambungnya.
Sedangkan untuk laporan yang ada di Kelurahan Apeng Sembeka (Apes) terkait laporan pergantian pipa. Memang masyarakat pelanggan sudah melaporkan ke pihak kami, akan tetapi kami dari pihak PDAM hanya menyediahkan 12 meter pipa untuk penyambungan ataupun pergantian yang baru dari pipa Dinas milik PDAM selebihnya pelanggan yang menyediahkanya.
“Jadi untuk laporan dari masyarakat Apes terkait pipa yang bocor, sesuai aturan pipa dinas atau pipa milik PDAM itu hanya menyediahkan 12 meter saja. Selebihnya masyarakat pelanggan yang menanggung,” ungkap Tampi.
Laporan dari masyarakat tersebut pihaknya telah mengembalikan kepada pelanggan yang bersangkutan. Akan tetapi dari pihak pelanggan sendiri belum menanggapinya.
“Dan untuk laporan dari masyarakat ini kami sudah kembalikan kepada yang bersangkutan. Sampai saat ini belum ada realisasinya,” bebernya.
Ditambahkanya, untuk Kampung Mala Kecamatan Manganitu, bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan kepala unit, apa yang menjadi kendala bagi mereka.
“Sedangkan untuk kampung Mala kami akan melakukan croschek dengan kepala unit,” tuturnya.
(Christian Abdul)
