
Langowan – Rabu (9/3/2016) pagi, warga masyarakat Kabupaten Minahasa dibuat penasaran dengan informasi akan adanya fenomena alam yang tergolong sangat langka terjadi yaitu Gerhana Matahari Sebagian. Pantauan BeritaManado.com dilakukan sejak pukul 7.30 WITA di area persawahan Desa Wolaang Kecamatan Langowan Timur.
Saat itu kondisi matahari terlihat sangat silau meski sudah memakai kacamatan dan dibidik dengan lensa kamera, dimana bentuk bulatannya tidak terlihat dengan jelas. Dengan menggunakan bahan film ronsen yang biasa dipakai dokter untuk melakukan foto Sinar X. Dengan demikian bentuk detail bulatan matahari sangat terlihat jelas seperti bola.

Sebagaimana hasil pantauan, tahap-demi tahap terjadinya gerhana yaitu pada pukul 08.09 WITA. Saat itu bentuk matahari mulai tidak sempurna, karena bulan mulai menutupi. Pukul 08.18 WITA, bentuk matahari terlihat seperti lengkungan berwarna hitam yang menghalangi. Lengkungan tersebut terlihat semaik jelas saat waktu menunjukkan pukul 08.31 WITA.
Perubahan drastis pada matahari lebih jelas terlihat saat waktu menunjukkan pukul 08.46 WITA. Saat dibidik dengan lensa kamera, matahari sudah hampir 50 persen tertutup oleh bulan. Pukul 09.00 WITA menurut pengamatan, bahwa matahari sudah tertutup bulan sekitar 50 persen dan membentuk sabit. Puncak terjadinya gerhana itu sendiri terjadi pada pukul 09.21 WITA.

Satu menit berselang yaitu pukul 09.22 WITA, gerhana matahari tersebut mulai memasuki fase selanjutnya, dimana bulan mulai meninggalkan matahari. Saat itu matahari terlihat seperti garis putih kekuningan yang melengkung. Pukul 09.30 WITA, matahari terus berubah bentuk menjadi seperti mata celurik/sabit dengan sempurna melengkung 180 derajat.
Pukul 09.45 WITA, Bulan meninggalkan matahari juga dengan membentuk sabit seperti pada fase sebelumnya. Pukul 10.00 – 10.20 WITA, cuaca panas kembali terasa di atas permukaan kulit warga, karena bentuk fisik matahari sudah berangsur normal. Nanti pada pukul 10.45 WITA, bulan tinggal menyisahkan sebagian kecil bayangan saja.

Pukul 10.47 WITA, bentuk bulatan matahari yang merupakan planet terbesar dalam susuna tata surya sudah terlihat sempurna. Fenome alam ini tentu memiliki makna tersendiri bagi masing-masing warga masyarakat. Tak terkecuali Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi yang menangapinya dengan pernyataan sederhana.
“Tidak ada yang mau ditanggapi secara berlebihan dari peristiwa Gerhana Matahari Sebagian ini. Saya hanya menikamati anugerah dan keindahan alam semesta yang sudah Tuhan ciptakan. Ini sangat luar biasa karena sangat jarang terjadi. Beruntung jika di sisa hidup kita sebagai manusia dapat melihat hal ini. Satu kalimat untuk peristiwa ini, terima kasih Tuhan,’ kata Bupati Jantje. (frangkiwullur)
