Tondano – Dibilang sukses atau tidak, masyarakat tidak harus langsung bisa menilai sejauh mana kinerja para wakil rakyat Minahasa. Perlu ada indikator yang membatasinya sebagai patokan penilaian. Berikut ini lima indikator pengukur kinerja wakil rakyat Minahasa menurut Pengamat Politik dan Pemerintahan Dr Jerry Massie.
Etos kerja. Hal ini merupakan alat untuk mengetahui sejauh mana kinerja wakil rakyat Minahasa membawa keuntungan bagi masyarakat, semangat kerja yang disertai dengan visi yang jelas. Serta harus juga memiliki dedikasi yang tinggi terhadap tugas-tugas.
Time manajemen. Hal ini menyangkut perhatian para wakil rakyat itu sendiri untuk menghadiri tepat waktu dalam setiap agenda seperti hearing dan sebagainya. Pasalnya istilah jam karet sepertinya cukup melekat dengan sebagian penghuni gedung wakil rakyat. Buktinya jelas, bahwa hamper seluruh agenda dimulai jauh dari waktu yang ditentukan, karena harus menunggu kehadiran anggota lainnya.
Akuntabiliti. Sehubungan dengan tugas dan fungsi sebagai legislator, hal ini juga dapat melihat sejauh mana kinerja yang dicapai melalui kebijakan-kebijakan yang dihasilkan. Apakah itu menguntungkan masyarakat banyak atau hanya untuk partai pengusung, bahkan individu wakil rakyat itu sendiri.
Resposiveness. Sebagai seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, mereka perlu mengenali kebutuhan masyarakat dengan menyusun agenda atau sebuah kebijakan strategis untuk menindaklanjuti apa yang dirindukan masyarakat. Hal itu mengarah pada program pelayanan publik.
Responsibility. Adalah sebuah tanggun jawab masing-masing wakil rakyat maupun secara institusi, menyampaikan kepada masyarakat terkait pelaksanaan kegiatan organisasi yang dilakukan. Hal itu juga perlu untuk memperhatikan pronsip-prinsip administrasi yang benar atau sesuai dengan kebijakan organisasi, secara implicit atau eksplisit. (frangkiwullur)
