Berita Utama

IHSG Terjun Bebas, Teringat Kata Prabowo yang Sebut Saham Ibarat Judi

Menurut dia, semua investor khawatir bahwa risiko fiskal kian mengalami peningkatan di Indonesia yang membuat banyak pelaku pasar dan investor pada akhirnya memutuskan untuk beralih kepada investasi lain yang jauh lebih aman dan memberikan kepastian imbal hasil.

“Sehingga saham menjadi tidak menarik, dan mungkin obligasi menjadi piihan setelah saham,” ujar Nicodemus dalam keterangan tertulis, Selasa (18/2/2025).

Menurut dia, penerimaan Indonesia yang mengalami penurunan hingga 30 persen mengakibatkan defisit APBN melebar, dan membutuhkan penerbitan utang yang lebih besar

“Dan tentu saja Rupiah kian semakin melemah. Hal ini yang berpotensi untuk menyebabkan Tingkat suku bunga Bank Indonesia juga akan lebih sulit untuk mengalami penurunan,” kata dia.

Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk pada perdagangan Selasa (18/3/2025) hingga menyebabkan transaksi dibekukan atau trading halt.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 11.30 WIB sebesar 353,613 poin atau melemah 5,022 persen ke level 6.158.

Kebijakan trading halt ini diatur dalam Surat Perintah Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor S-274/PM.21/2020 tanggal 10 Maret 2020.

Aturan tersebut menyatakan bahwa BEI wajib menghentikan perdagangan saham selama 30 menit jika IHSG mengalami penurunan lebih dari 5 persen.

Jika penurunan berlanjut hingga lebih dari 10 persen, perdagangan bakal dihentikan kembali selama 30 menit.

Adapun jika penurunan mencapai lebih dari 15 persen, BEI bisa memberlakukan trading suspend hingga akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu sesi setelah mendapatkan persetujuan OJK.

(jenlywenur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara