Agama dan Pendidikan

Idul Fitri dan Kesalehan Sosial

Dalam konteks seperti ini, nilai kesalehan sosial tidak hanya menjadi konsep teologis, tetapi juga menjadi praktik budaya yang hidup dalam masyarakat.

Akhirnya, Idul Fitri mengingatkan kita bahwa kemenangan sejati bukan sekadar selesainya ibadah Ramadhan, tetapi lahirnya manusia yang lebih peduli terhadap sesamanya.

Momentum Idul Fitri juga menjadi saat yang berharga untuk membuka pintu maaf seluas-luasnya: saling memaafkan di antara sesama, memperbaiki hubungan yang mungkin sempat renggang, dan terutama memohon maaf kepada kedua orang tua yang telah melahirkan, membesarkan, serta membimbing kita dengan penuh kasih sayang.

Jika Ramadhan benar-benar berhasil mendidik kita, maka Idul Fitri seharusnya melahirkan manusia yang tidak hanya saleh dalam ibadahnya, tetapi juga adil, peduli, dan berempati dalam kehidupan sosialnya.

Semoga Idul Fitri benar-benar mengantarkan kita kembali kepada fitrah—sebagaimana saat pertama kali kita dilahirkan oleh ibu kita: suci, bersih, dan membawa tekad untuk menjalani kehidupan yang lebih adil, lebih peduli, dan lebih manusiawi.

Selamat Idul Fitri. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.

Mahyudin Damis
Mahyudin Damis

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara