
Manado – Merasa dipermainkan pada proses penerimaan CPNS, tenaga Honda K1 Pemprov Sulut mengancam akan membawa permasalahan ini ke pihak kepolisian. Apalagi Informasi diterima bahwa 263 Honda yang telah dinyatakan lulus segera memperoleh SK yang tidak sesuai janji Kepala BKD Pemprov Sulut Roy Tumiwa yang menyatakan akan memproses bersamaan dengan 76 Honda tersebut.
“Ada informasi teman-teman yang sudah lebih dulu lulus itu telah menerima NIP bahkan segera mendapatkan SK. Jika itu benar berarti kepala BKD pak Roy Tumiwa telah membohongi kami, karena janjinya pada hearing lalu bahwa pemberkasannya akan bersamaan,” ujar Debby Liando dan Ellen Mangundap, mewakili Honda di kantor DPRD Sulut, Rabu (23/1) sore.
Untuk itu keduanya berharap ada transparansi dari pihak badan kepegawaian, serta menindak secara tegas kepada CPNS dadakan yang diduga didesain oknum-oknum tertentu.
“Kami punya bukti bahkan nama-nama yang lulus yang diduga bermasalah ada pada kami termasuk ada nama-nama yang hanya disusupkan. Kami masih berharap agar pemerintah bersikap adil karena sudah sekian lama kami mengabdi sebagai tenaga honor dan sudah memenuhi ketentuan,” pungkas keduanya.(jerry)
