
Penulis: Alfrits Semen | Kota Manado
Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo menyinggung sejarah penting di Sulawesi Utara, yakni gerakan Permesta (Perjuangan Rakyat Semesta).
Itu disampaikan Hashim saat memberikan sambutan di Paskah Nasional di Pohon Kasih, Kawasan Megamas Manado, Rabu (8/4/2026).
Hashim mengingatkan tidak semua generasi muda saat ini, khususnya generasi milenial dan Gen Z, memahami latar belakang munculnya gerakan tersebut.
Padahal, kata dia, Permesta lahir dari aspirasi masyarakat daerah yang menginginkan keadilan, baik secara sosial, politik, maupun ekonomi.
“Mungkin banyak generasi muda sekarang sudah lupa tentang Permesta. Tapi itu adalah bagian dari sejarah bangsa kita, di mana daerah-daerah, termasuk Sulawesi Utara, menuntut keadilan dan pemerataan,” ujar Hashim.
Menurutnya, semangat Permesta tidak bisa dilepaskan dari keinginan agar pembangunan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, melainkan juga dirasakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Hashim juga menegaskan, dirinya memiliki kedekatan emosional dengan Sulawesi Utara.
Ia menyebut latar belakang keluarganya menjadi salah satu alasan kuat dirinya memahami aspirasi masyarakat daerah.
Ia mengungkapkan bahwa ibunya Dora Marie Sigar berasal dari Minahasa, serta ayahnya, Sumitro Djojohadikusumo, merupakan salah satu tokoh yang memiliki keterlibatan dalam dinamika Permesta.
“Saya berhak bicara soal ini, karena keluarga kami punya sejarah dengan Sulawesi Utara. Ayah kami juga sangat peduli dengan aspirasi daerah,” katanya.
Meski demikian, Hashim menekankan pelajaran dari sejarah tersebut bukan untuk memecah belah, melainkan sebagai pengingat bahwa keadilan bagi seluruh daerah harus terus diperjuangkan dalam bingkai persatuan Indonesia.
“Sekarang otonomi daerah sudah berjalan. Tapi semangatnya tetap sama, bagaimana menghadirkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tandasnya.
