Manado – Penting untuk mengetahui visi dan misi pasangan capres dan cawapres Indonesia periode 2014-2019. Namun menurut pengamat politik Victor Golung, lebih penting membedah track record dan pengalaman capres dan cawapres sebelum menjatuhkan pilihan.
“Visi dan misi penting tapi baru sebatas janji. Nah, kalau janji semua calon dapat menulis di atas kertas atau mengatakan yang muluk-muluk. Bagaimana jika janji tidak ditepati? Negara kita menganut sistem presidential sehingga pasangan presiden dan wakil presiden yang sudah terpilih dan tidak menepati janji tidak bisa diganti, harus menunggu lima tahun periode kepemimpinan,” tutur Golung, Kamis (5/6/2014).
Untuk itu koordinator bidang hubungan masyarakat BMI ini mengingatkan masyarakat lebih peka melihat rekam jejak serta pengalaman capres dan cawapres. “Lebih menjamin pilihan terbaik kita jika menilai rekam jejak dan pengalaman calon bersangkutan. Rekam jejak yang baik akan menjamin semua janji politik maupun visi dan misi calon bersangkutan akan direalisasikan,” tukasnya. (jerry)
