Berita Utama

GePeng Semakin Banyak, Manado Bakal Menjadi Sarang Pengemis

Pengemis

Manado Mulai Banjir Pengemis (Foto BeritaManado.Com, Jumat 26/6/2015)

Manado – Jakarta sebagai ibukota negara dulunya sangat akrab dengan GePeng (Gelandangan dan Pengemis). Namun kondisi tersebut sudah berubah berkat ketegasan pemerintah. Melalui Perda Jakarta mulai bebas dari GePeng. Tak hanya GePeng, warga yang kedapatan memberi uang harus membayar denda.

ADVERTISEMENT

Jika Jakarta mulai bebas dari GePeng, kondisi sebaliknya terjadi di Kota Manado. Kota Bersehati yang dulunya bebas GePeng justru saat ini mulai dipenuhi GePeng. Mudah saja menemukan GePeng di Manado, selain di pusat kota terutama trotoar depan Bank Sulut, Gepeng juga berkeliaran di pusat perbelanjaan Mantos dan Megamas.

Memiriskan, keberadaan GePeng yang terus bertambah terkesan dibiarkan pemerintah.

“Pemerintah kita sibuk dengan pencitraan terutama menjelang Pilkada, sampai lupa bahwa GePeng semakin banyak. Jika terus dibiarkan makan tidak usah heran nantinya jika Manado akan berubah menjadi kota sarangnya gelandangan dan pengemis”, tutur pemerhati kota Ventje Bilusayang.

Selain GePeng, Bilusayang juga mengkritisi pemerintah melalui dinas terkait yang terkesan tidak memperhatikan masyarakat tunanetra. Aktivis sosial ini menduga keberadaan tunanetra sengaja dimanfaatkan pihak tertentu.

“Bayangkan pada satu tempat di tepi jalan misalnya ada tiga sampai lima tunanetra berdiri meminta sedekah. Padahal mereka ini mestinya ada di panti sosial dilatih berbagai keterampilan, bukan dijadikan peminta-minta”, tegas Bilusayang. (jerrypalohoon)