Kota Tomohon

GenPI, PLN dan Asbindo Gelar Sertifikasi Floris untuk Difabel Jelang TIFF Tomohon

“Kenapa kita kerjasama dengan GenPI, karena GenPI adalah salah satu wadah dari generasi muda yang kebetulan bergerak di bidang pariwisata. Mereka memunculkan potensi-potensi alam di Indonesia, salah satunya pengembangan pariwisata yang ada di Tomohon, yaitu melalui festival bunga. Ini kenapa kita kita lebih cenderung mengambil kegiatan merangkai bunga,” ungkapnya.

Sertifikasi ini menurut Subagyo jadi legalitas nilai kreativitas peserta yang teruji.

“Kegiatan ini adalah sertifikasi, supaya adik-adik kita ini teruji. Bahwasanya mereka dipercaya mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekan yang lain. Mungkin ada dekorator, bahwasanya mereka itu bisa. Kita juga menggaet Asosiasi Bunga Indonesia di Tomohon untuk bisa menguji apakah kreativitas adik-adik ini layak untuk kita wujudkan,” tandasnya.

Melkysedek Tangkawarouw, Ketua Asbindo Kota Tomohon mengatakan, kegiatan ini jadi pendorong bagi para peserta untuk berkreasi dan mandiri dalam berkarya.

“Kami dari Asosiasi Bunga Kota Tomohon bersyukur, karena saat ini kami boleh dilibatkan dalam program kerjasama dengan Generasi Pesona Indonesia, baik kota Tomohon maupun provinsi Sulawesi Utara. Kami diajak untuk dapat melaksanakan kegiatan sertifikasi bagi peserta difabel, khususnya tunarungu,” ujarnya.

Selain untuk prestasi pribadi peserta, Tangkawarouw percaya nilai kreatif yang muncul dalam kegiatan dari para peserta bisa dikonsumsi publik.

“Sertifikasi ini bertujuan untuk mendorong adik-adik ini dapat berkreasi dalam bidang seni merangkai bunga, khususnya. Agar kelak ketika mereka selesai nanti, mereka dapat menggunakan talenta yang mereka punya. Dalam hal ini merangkai bunga menjadi sesuatu produk yang boleh dinikmati oleh masyarakat sekitar dan bernilai, bermanfaat untuk juga kelangsungan dari kegiatan adik-adik. Baik dalam upaya mencari profit ataupun kegiatan seni merangkai bunga itu,” papar Tangkawarouw.

Setelah tersertifikasi, para peserta nantinya akan memiliki peluang untuk dilibatkan dalam kegiatan TIFF nanti.

“Program ini juga memang berkaitan dengan ajang TIFF pada 8 sampai 12 Agustus 2025. Jadi mereka-mereka yang lulus dalam kegiatan ini, akan dilibatkan secara langsung. Minimal menjadi volunteer untuk kegiatan do float-float yang ada, agar juga dapat membantu para dekorator yang bertanggung jawab di float masing-masing, dibantu oleh adik-adik difabel. Boleh juga mereka menuangkan kreasi seperti yang mereka dapat dalam kegiatan ini,” jelasnya.

Menurutnya juga, kegiatan ini baru langkah awal yang nantinya akan terus berkelanjutan hingga diharapkan memunculkan bibit-bibit baru sebagai dekorator handal.

“Program ini juga memang berkelanjutan agar ketika program ini terus ada, mereka juga dapat terus mandiri seperti menjadi dekorator. Itu kan harus mempunyai dasar dalam merangkai, dalam membuat suatu imajinasi sehingga hasil karya itu memang benar-benar dapat dinikmati, minimal oleh pemilik float yang akan mengikuti TIFF,” sambungnya.

Menurut Tangkawarouw, kegiatan ini jadi kolaborasi bersama, GenPI sebagai penyelenggara kegiatan, Asbindo, PLN dan Pemerintah Kota Tomohon.

“Pada dasarnya Pemerintah Kota Tomohon mendukung kegiatan ini, karena dari pihak terkait seperti GenPI ataupun PLN dan sekolah (SLB) sudah melaporkan ini ke pimpinan atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tomohon, dinas-dinas terkait dan mereka support kegiatan ini supaya berkelanjutan,” ucapnya.

Tangkawarouw mengaku bangga dengan hasil para peserta, nilai orisinalitas tetap ada hingga mendatangkan karya yang unik di masing-masing peserta.

“Peserta ada kurang lebih 35 orang. Untuk karya, semua sudah boleh menuangkan hasil sesuai dengan materi yang disampaikan. Tinggal masing-masing mempunyai hasil karya yang berbeda. Karena menurut imajinasi mereka, sesuai dengan apa yang mereka inginkan, mereka tuangkan dalam rangkaian yang ada,” pungkasnya.

Diketahui, rangkaian kegiatan diawali pada Jumat, 25 Juli 2025, di SLB/B Damai Tomohoh dan Fild Trip ke Show Window Tomohon.

Kemudian dilanjutkan dengan sertifikasi Merangkai Bunga untuk Aksesibilitas dan Kemandirian (Semerba) pada Senin, 28 Juli 2025, di Taman Kelong, Tomohon.

(***/srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara