Kota Manado

Gempa M6,5 Guncang Filipina, Getarannya Sampai Sangihe-Talaud! BMKG: Sempat M6,4, Ini Update Terbarunya

Peta lokasi episenter gempa bumi magnitudo 6,5 di Mindanao Filipina 5 Agustus 2026 dari BMKG InaTEWS, terlihat titik gempa dekat perbatasan Sulawesi Utara
Peta episenter gempa M6,4-6,5 yang mengguncang Mindanao, Filipina, Rabu (5/8/2026). Tangkapan layar: BMKG/InaTEWS

Penulis: Tim Redaksi

MANADO, BeritaManado.com — Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Rabu (5/8/2026) pukul 11.14 WIB. Getarannya turut dirasakan warga di Kepulauan Sangihe dan Talaud, Sulawesi Utara — dua wilayah kepulauan terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Filipina.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) awalnya merilis notifikasi otomatis dengan magnitudo M6,4 pada pukul 11.16 WIB. Namun setelah analisis lanjutan, BMKG memperbarui parameter menjadi M6,5 pada kedalaman 10 kilometer. Episenter gempa berada di laut pada koordinat 5,29° LU dan 125,43° BT, atau 186 kilometer arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe.

ADVERTISEMENT

“Update magnitudo dari M6,4 ke M6,5 ini wajar terjadi — notifikasi awal BMKG berasal dari sistem otomatis, sementara angka final didapat setelah analisis manual oleh seismolog,” — pola yang lazim terjadi pada gempa-gempa besar di kawasan ini.

Dipastikan Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG menegaskan, hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Warga di pesisir Sangihe, Talaud, dan Sulawesi Utara pada umumnya diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini termasuk jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi di Palung Cotabato (Cotabato Trench). Analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini bermekanisme pergerakan naik atau thrust fault.

Terasa Kuat di Tiga Wilayah Perbatasan Sulut

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI — getaran yang pada siang hari dirasakan banyak orang di dalam rumah, sebagian orang di luar rumah, disertai gerabah pecah serta jendela dan dinding berderik — di tiga titik berikut:

  • Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe
  • Miangas, Kepulauan Talaud
  • Kendahe, Kepulauan Sangihe

Ketiga wilayah ini memang dikenal sebagai kawasan paling rawan merasakan dampak gempa dari zona subduksi Filipina selatan, mengingat jaraknya yang jauh lebih dekat ke episenter dibanding wilayah Sulut lainnya.

Dua Gempa Susulan Tercatat

Hingga pukul 11.40 WIB, BMKG mencatat sudah terjadi dua kali gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M4,8. BMKG menyatakan akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan memutakhirkan informasi kepada masyarakat dan pemangku kepentingan.

Imbauan BMKG untuk Warga Sulut

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan seperti Sangihe dan Talaud, untuk:

Tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Masyarakat diminta memastikan sumber informasi resmi hanya berasal dari kanal BMKG yang telah terverifikasi, seperti akun media sosial @infoBMKG, situs www.bmkg.go.id, laman inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi mobile InfoBMKG dan WRS-BMKG.

Keterangan resmi ini disampaikan oleh Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., di Jakarta, Rabu (5/8/2026).