
Ratahan – Pasca masuknya Virus Corona (COVID-19) di Sulawesi Utara, seluruh pemerintah daerah mulai mengambil kebijakan dengan meliburkan sekolah hingga mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya untuk bekerja dari rumah.
Tak terkecuali dengan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang turut menerapkan kebijakan ini, guna mengantisipasi dan menekan penyebaran COVID-19.
Sejumlah pembatasan aktifitas di luar rumah dan larangan berkumpul dalam suatu keramaian jelas berdampak bagi perekonomian di daerah, dimana seiring waktu sejumlah usaha di Mitra mulai merasakan dampak ini hingga memilih menutup usahanya saat ini.
Seperti halnya cafe & resto de dapoer di Wawali yang semenjak kebijakan diterapkan ini sangat berdampak bagi perkembangan usaha yang ada sehingga membuat pemiliknya mempertimbangkan penutupan usaha tersebut untuk sementara.
“Memang dampak dari Covid-19 sangat terasa bagi kami selaku pelaku usaha. Namun kami tak bisa berbuat apa-apa karena situasi ini tidak ada yang menginginkannya dan kami yakin kebijakan pemerintah ini untuk kebaikan semua,” ungkap Edwin Udi, Kamis (26/3/2020).
Selain omset yang menurun dan tak seimbang, alasan lain untuk penutupan usaha tersebut juga guna mendukung imbauan pemerintah.
“Kami saat ini hanya bisa memilih opsi penutupan sementara akibat minimnya omset pendapatan dari biasanya. Selain itu, ini juga demi mendukung imbauan pemerintah terkait mengurangi aktifitas yang melibatkan banyak orang,” tandasnya.
Menurutnya, keputusan ini memang menjadi pilihan karena omset yang didapat saat ini hanya berkisar 25 persen dari normal pendapatan usaha miliknya tersebut dan sebagai tempat publik akan sangat beresiko terdampak penyebaran Virus Corona.
“Ini jelas sangat merugikan kami selaku pelaku usaha karena kami juga harus membayar cicilan modal usaha. Belum lagi ditambah membayar listrik, upah karyawan, dan lainnya. Jelas sangat tidak seimbang pendapatan dan pengeluarannya, belum lagi resiko penyebaran Virus Corona,” terang Edwin Udi.
Dirinya bahkan mengungkapkan, usai memutuskan menutup usaha ini maka belum bisa memastikan kapan akan dibuka kembali, mengingat harus menyesuaikan dengan keadaan.
Saat ini dirinya hanya bisa berharap agar situasi saat ini dapat bisa segera diatasi sehingga semua aktifitas dapat kembali berjalan normal.
“Kami sebagai pelaku usaha berharap pemerintah dapat mencegah penyebaran Virus Corona ini dan mengatasinya sehingga usaha bisa dibuka kembali,” pungkas Edwin Udi.
(Jenly Wenur)
