Bisnis dan Ekonomi

Dukung Lingkungan Berkelanjutan, 5 PLTS Alfamidi Reduksi 249,76 Ton Emisi Karbon

Ekspansi PLTS

Selanjutnya Alfamidi pun menargetkan dapat mengekspansi pemasangan PLTS ke seluruh warehouse dan Alfamidi Super.

Harapannya di tahun 2026, warehouse dan toko Alfamidi Super seluruh Indonesia sudah terintegrasi PLTS.

Selain lima PLTS yang sudah beroperasi, Alfamidi juga sedang menyiapkan beroperasinya empat PLTS di Warehouse Medan (184 kWp), Palu (151,4 kWp), Makassar (184 kWp), dan Manado (184 kWp).

Untuk sembilan toko (gerai) Alfamidi Super yang dalam proses persiapan pengoperasian PLTS, yakni Toko Alfamidi Super Limo (74,42 kWp), Cilebut (74,42 kWp), Adam Malik (70,15 kWp), Cipayung (74,42 kWp).

Kemudian Alfamidi Super Metland (74,42 kWp), Penggilingan (74,42 kWp), Ciantra (74,42 kWp), Tenjo (74,42 kWp) dan Alfamidi Super Kelapa Dua (30,50 kWp).

“Harapannya di tahun 2025 Alfamidi dapat terus melanjutkan gerakan green energy di semua gerai atau toko Alfamidi Super khususnya,” imbuh Lilik Setiabudi.

Alfamidi berharap penerapan green energy ini selain mampu menekan pembiayaan pembayaran listrik bisa turut mewujudkan Indonesia yang bebas emisi dan polusi.

Sehingga generasi masa depan bisa menikmati lingkungan Indonesia yang asri dan alami. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Alfamidi yang fokus menerapkan bisnis berkelanjutan.

Pemerintah Indonesia gencar mendorong pemanfaatan EBT untuk menurunkan emisi gas rumah kaca yang dituangkan dalam Enhanced Nationally Determined Contribution atau Dokumen Kontribusi Aksi Iklim.

Dalam dokumen itu Indonesia menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca dengan usaha sendiri dari 29 persen menjadi 32 persen.

Lalu 43 persen melalui bantuan internasional yang sebelumnya 41 persen. Pemerintah juga menargetkan net zero emission tahun 2060 atau lebih cepat.

(***/srisurya)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara