
Manado – Iringan jenazah yang bersikap arogan bahkan cenderung anarkis ternyata masih ada di kota Manado.
Hal ini sangat disayangkan banyak pihak, termasuk para tenaga pendidik.
Kepada BeritaManado.com, Delfison Pertama, guru pendidikan seni budaya ini mengatakan, sikap iringan jenazah tersebut seperti tidak menghormati suasana duka.
“Sikap seperti itu menunjukkan kalau rasa hormat kepada yang meninggal dan keluarganya tidak ada. Itu suasana duka bukannya perang,” ujar Delfison.
Sebagai masyarakat, dirinya pun mendukung pihak keamanan untuk menindak tegas iringan jenazah yang anarkis.
“Saat ini tidak semua dikawal polisi. Sala seperti tadi, ada pengendara motor yang hampir celaka karena terserempet iringan jenazah yang anarkis. Polisi harus tindak tegas,” tambahnya. (srisurya)
