Berita Utama

Dubes RI Agus Widjojo Wafat, Duka dari Perbatasan Sulut–Filipina

Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo
Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo (Foto Lemhanas)

BeritaManado.com – Dunia diplomasi Indonesia berduka atas berpulangnya Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo.

Kepergian almarhum turut dirasakan masyarakat Sulawesi Utara, wilayah perbatasan yang selama ini memiliki keterikatan strategis dengan Filipina.

Agus Widjojo mengembuskan napas terakhir dalam masa jabatan aktifnya pada Minggu (8/2/2026) pukul 20.15 WIB di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily.

Ia menyampaikan bahwa putra Pahlawan Revolusi Mayjen Sutoyo Siswomiharjo tersebut akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Puri Cikeas, setelah prosesi di RSPAD selesai.

“Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Letjen TNI (Purn) Agus Widjoyo. Rencananya jenazah akan disemayamkan di kediaman almarhum di Puri Cikeas,” ujar Ace kepada media, Minggu malam melansir Suara.com jaringan Beritamanado.com.

Bagi Sulawesi Utara, sosok Agus Widjojo bukan sekadar diplomat.

Sejak dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Dubes RI untuk Filipina pada 12 Januari 2022, ia dikenal berperan penting dalam menjaga stabilitas dan memperkuat kerja sama kawasan perbatasan utara Indonesia, termasuk Sulut yang berbatasan langsung dengan Filipina.

Pendekatan diplomasi keamanan yang dibawanya dinilai memberi dampak positif bagi hubungan bilateral, terutama dalam isu-isu strategis seperti keamanan laut, kerja sama ekonomi perbatasan, serta perlindungan warga negara di kawasan Sulut–Filipina.

Sebelum terjun ke dunia diplomasi, Agus Widjojo dikenal sebagai intelektual di tubuh militer.

Lulusan Akmil 1970 ini meraih gelar Master di bidang Administrasi Publik pada 1994, yang mengantarkannya menjadi Dosen Seskoad hingga menjabat Komandan Sesko ABRI pada 1999.

Karier lintas sektoralnya—mulai dari Kepala Staf Teritorial TNI, Wakil Ketua MPR RI, hingga Gubernur Lemhannas selama enam tahun (2016–2022)—menempatkan Agus Widjojo sebagai salah satu pemikir strategis dalam reformasi politik dan keamanan nasional.

Wafatnya Agus Widjojo menandai hilangnya sosok penghubung antara dunia militer, akademisi, dan diplomasi internasional.

Bagi Sulawesi Utara, kepergiannya meninggalkan duka mendalam atas berpulangnya figur yang turut menjaga harmoni dan kepentingan Indonesia di kawasan perbatasan utara.

(rds)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara