Berita Utama

Dua Belas Tahun Hidup Sengsara, Ani: Pemerintah Hanya Datang Lalu Pergi

Nofriani Makahanap
Ibu Nofriani Makahanap

 

Manado – Perkembangan dunia ekonomi di kota Manado semakin pesat.

Pemerintah mengkalim bahwa hal ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Pertanyaannya, masyarakat yang mana? Buktinya, belum semua masyarakat yang bisa hidup layak.

Ibu janda Nofriani Makahanap (61 tahun), warga Buha lingkungan 2, kecamatan Mapanget, sudah hidup puluhan tahun dengan keadaan yang sangat memiriskan.

Tinggal di rumah yang lebih mirip gubuk, baik panas maupun hujan janda tua ini tidur ditempat yang hampir roboh.

Menurut Ani (panggilan akrab Ibu Nofriani), kehidupannya seperti ini dimulai semenjak sang suami meninggal dunia.

“Dulu hidup saya tidak seperti ini, namun setelah suami meninggal 12 tahun lalu, hidup saya berubah jadi seperti ini,” ujar Ani.

Lanjutnya, pemerintah kelurahan maupun pemerintah kota telah berulang kali datang untuk melihat kondisinya. Tapi hanya sampai dilihat saja.

“Baik pemerintah kelurahan maupun kecamatan tidak pernah ada itikad untuk membetulkan rumah saya. Padahal mereka sudah sering kesini. Tapi hanya sekedar datang melihat saja,” tambahnya.

Ibu Ani mengakui selama ini hanya mendapat bantuan beras raskin dari kepala lingkungan dan bantuan dari tetangga sekitar rumahnya.

“Beras raskin syukur saya dapat dari pala. Selain itu, tetangga-tetangga saya selalu membantu saya untuk menahan rumah ini dengan batang kayu agar tidak roboh,” tutupnya.

Menjelang natal, rasa syukur dibutuhkan. Sekaligus bagaimana kita mau semakin peduli dengan keberadaan mereka yang membutuhkan. (srisurya)