
KOTAMOBAGU – Hasil Quick Count (perhitungan cepat) di Pemilukada Sulut dilakukan dua LSI antaranya Lembaga Survey Indonesia dan Lingkaran Survey Indonesia pada hari Selasa, 3 Agustus 2010 dinilai tidak akurat.
Bahkan, hasil akhir yang memenangkan pasangan calon gubernur/wakil gubernur Sinyo Harri Sarundjang – Djauhari Kansil (SHS-DK) dicurigai adanya kecurangan secara sistemtik pada saat dilakukan secara live di Metro TV dan Pasifik TV.

Hal ini disampaikan massa pasangan Stefanus Vreeke Runtu – Marlina Moha Siahaan (SVR-MMS) saat melakukan konvoi dan demo didepan kantor KPU Bolmong dan Kotamobagu, Rabu (4/8/2010).

Berikut isi selebaran tentang kecurigaan mereka :
1. Data hasil perhitungan cepat pada website :
http://pacific.tv/pemilukada/distibusi-wilayah-tabel.php
yang masuk sebesar 6,10% pada jam 14:08 Wita di duga hanya berupa copy paste atas hasil pemilukada gubernur didaerah lain, ini terbukti dengan adanya munculnya nama PROVINSI Sulawesi Selatan di bagian kiri atas table.
2. Pada jam dan persentase masuk suara yang sama pada website tersebut Perolehan Total suara kolom partisipasi % untuk kabupaten Sitaro 101,9% yang mana itu sudah melebihi nilai total (100%) partisipasi masyarakat.
3. Foto pasangan calon yang tidak sesuai juga mengindikasikan kecerobohan LSI serta Metro TV dalam memberikan sosialisasi kepada masyarkat.
4. Peroleh suara saat 73,10% suara masuk pada data perolehan suara versi LSI yang disiarkan lewat Metro TV yakni :
a. Kabupaten Bolaang Mongondow pasangan 1. RML-HP 36,35%, 2 SVR-MMS 12,45%, 3. E2L-HW 25,60%, 4. SHS-DK 25,60%
b. Kabupaten Bolaang Mongondow Utara 1. RML-HP 21,45%, 2. 5,49%, 3. E2L-HW 38,03%, 4. SHS-DK 35,03 %
c. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur 1. RML-HP 29,54%, 2. 17,02%, 3. E2L-HW 22,71%, 4. SHS-DK 30,74%
d. Dari data tersebut menunjukkan bahwa pasangan SVR-MMS kalah telak pada tiga wilayah tersebut hal ini sangat berbeda dengan data yang diperoleh tim pemenangan SVR-MMS yang menyatakan bahwa pasangan SVR-MMS menang telak ketiga wilayah tersebut dan untuk wilayah keseluruhan Bolaang mongondow raya menang diatas 70%.
5. Data-data diatas adalah bentuk manipulasi informasi yang disampaiakn kepada publik masyarkat Indonesia khususnya masyarakat Sulawesi Utara yang kami anggap bahwa hasil perthitungan cepat yang dipublikasikan lembaga survey media semuanya tidak benar.

ngoni dua baca itu ulasan frangky_jp…depe ulasan pe bagus tantu katu tu frangky jp ada skolah bagus en banyak babaca dengan peduli itu daerah.. ….ternyata LSI juga pernah salah…bagus katu dorang LSI terbuka…riki dapa rekor Muri komang. mantap. cuma komang jang LSI pe pande kong sampe ngoni ponge-ponge patorang. sapa tre mo biaya ngoni pe kerja ba ambe contoh di kampung-kampung, tantu ada bos yang kase. mar bilang pa bos…jang bawa dikeberdosaan torang kong mo badusta, eh….kine….Tuhan ada lia-lia. mo tabuka sapa benar dan sapa salah.
Buat lucky tincep dan bey ferdinand…..pake tu ontak….depe jadwal skarang penyelesaian sengketa pilkada…blum keputusan resmi sapa tu untung. nanti tunggun putusan mahkamah konstitusi, karna ada 3 calon beking gugatan. keputusan tanggal 30 agustus, itu pleno akhir penetapan calon terpilih. buluuuuum skrg depe hasil butul…..inga itu……ngoni dua pe comentar model bagitu, gaya-gaya ba internet maso diberitamanado.com. bekeng malo….jo….se tunjung itu ulasan yang ilmiah…..gaya pamabo…so tatutu deng cap tikus stou tu ontak kang? bapande kwa….keode……kalo so pande bar maso bakomen. shallom.
Buat lucky tincep dan bey ferdinand,…..so ngoni itu biongo…nda belajar statistik, nda mangarti politik…cuma ta iyo-iyo sama…orang so beking bodok, cuma ta iyo-iyo. jang ba komen di internet kalo boingo…dasar ontak udang..tacampur deng tai politik tu kapala. kalo nda mampu imbangi itu ulasan-ulasan yang bagus untuk kemajuan, jangan cem…….so itu orang tua da suruh ka skolah..cuma bacao…..duduk diblakang…depe hasil rupa ngoni pe komentar ini no….beking malo tuama minahasa….teken jago…ontak kosong…….sese………se skolah bae-bae itu anak-anak, jang biongo rupa ngoni dua.
Sapa tu bogo2 ngoni ato LSI??
lebe bagus kalo ba comment nda usah pro kontra……
ini so bukang hari kampanye….
baharap jo tu proses skr berlangsung jujur….
lantaran torang lagi nemau orang mo bekeng bodok..
apa lagi selama lima taong….
Untuk kita renungkan dan menambah wawasan: LSI adalah lembaga profesional yang kredibel dan diakui oleh MahkamahKonstitusi.Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dalam Putusan Nomor 9/PUU-VII/2009,vide Putusan Nomor 9/PUU-VII/2009, poin 3.15,halaman 59-60 berpendapat bahwa: “…segala bentuk pengekangan terhadap
kebebasan berekspresi, lebih-lebih terhadap kegiatan yang berbasis metodologisilmiah,
seperti yang diatur di dalam Pasal 245 ayat (2) dan ayat (3) UU 10/2008
adalah tidak sejalan dengan semangat reformasi dan jiwa UUD 1945;
Pasal 28F menyatakan: “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan
memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya,
serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan
menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang
tersedia”. Penghitungan cepat juga tak pernah diklaim sebagai hasil resmi pemilu.
Publik di Indonesia apalagi di luar negeri mengetahui bahwa penghitungan
cepat adalah proyeksi versi ilmu pengetahuan. Keputusan resmi pemilu
tetap di tangan KPU. bukti lainnya bahwa rekor MURI yang diraih LSI karena
64 kali mengumumkan quick count di hari pilkada, dan tak satupun
pemenang yang diklaimnya berbeda dengan hasil KPUD. Perkembangan ilmu pengetahuan berupaya untuk meminimize error (taraf kesalahan). perlu digaris bawahi bahwa yang hebat bukan LSI-nya tetapi Penelitinya. ini adalah pengakuan salah satu peneliti senior LSI DR. Saiful Mujani adalah pakar
yang jujur dalam bidangnya…sebagai seorang ilmuwan
beliau telah menunjukkan kepada masyarakat kedewasan
mereka dalam mengungkapkan hasil survey yang harus
di akui kesalahannya yaitu Masih ingatkah kita tentang Survey LSI tentang Nasionalisme Aceh terhadap Indonesia yang bangkit pascatsunami? ??? Penafsiran hasil dan mempublikasikannya tidak taat terhadap prinsip metodologis.
> Sampel dari orang aceh hanya ditarik dari wilayah tertentu, yang
> dipilih
> sengaja, dan jumlahnya sangat sedikit (52 responden)
> tapi dilaporkan sebagai gambaran umum dari
> masyarakat
> Aceh. Ini salah, setidaknya menyimpang dari prinsip
> dasar di mana LSI berdiri.
ini adalah BUKTI bahwa LSI telah melakukan kesalahan akademik elementer dalam analisa data atas survei di Aceh pasca tsunami.
INI SEBUAH PENCERAHAN BAHWA PARA ILMUWAN/AKADEMISI/PENELITI/PARA STAKEHOLDERS/DECISION MAKERS/MASYARAKAT UMUM HARUS LEBIH MEMBUKA DIRI TERHADAP KOREKSI, PERBEDAAN PENDAPAT, BAHWA KITA MANUSIA TETAP MEMILIKI KESALAHAN, ENTAH ITU KESALAHAN MANUSIA ITU SENDIRI/PENELITI (HUMAN ERROR) ATAU KESALAHAN DALAM POLA KEJAHATAN SINDIKASI BERJENJANG DAN SISTEMIK (SISTEMIC CRIME MODELS) YANG HANYA UNTUK MENGGIRING OPINI PUBLIK DALAM SUATU PAKET NEGATIVE POLITIC MANAGEMENT YANG DI’SAHKAN DALAM KAIDAH-KAIDAH POLITIK PRAKTIS DALAM SEGALA CARA (MACCHIAVELLI CONCEPT) YANG PADA AKHIRNYA KEPUTUSAN-KEPUTUSAN YANG DIAMBIL HANYA AKAN MENYENGSARAKAN RAKYAT, OLEH KARNA BASIC INPUTNYA SALAH OTOMATIS OUTPUTNYA JUGA PASTI SALAH. MARI KITA BERJUANG TEGAKKAN KEADILAN, KARNA PASTI TUHAN ADA DISANA. PEMERINTAH ADALAH WAKIL TUHAN DIDUNIA (ROMA 13) JANGAN KITA PASUNG SUARA RAKYAT, KARNA SUARA RAKYAT ADALAH SUARA TUHAN (VOX POPPULI VOX DEI). DEMI KESEJAHTERAAN BERSAMA. ‘LAND OF BLESSING’ OF NORTH SULAWESI, MANADO MUNICCIPALITY. BE BLESSED. SHALLOM.
discuss for proggres, ……….
Terimalah Dengan Ikhlas. PILKADA 1 Putaran adalah Kemenangan Rakyat SULUT- BOHUSAMI. PILKADA 2 PUTARAN akan Merugikan SEMUA rakyat SULUT. EKONOMI akan kacau, Mengancam Stabilitas Keamanan. MENYAKITKAN HATI POLISI2 & PETUGAS KEAMANAN, Dampaknya Akan Terasa Di Semua KOta Di SULUT, Apalagi Di Manado, Kota Multi Etnis, Semua Orang Di Manado, Menyambut Sukacita Kemenangan SHS _DK, MUSLIM_KRISTEN, MINAHASA_TOTABUAN. Orang Manado SAMUA
Wa wah si Totabuan ini juga berlagak Tolol…dikira org org yg diskusi tidak pernah tau statistik saja, apapun hasilnya TETAP NYANDA FAIR Karena LSI JUGA MJENJADI SPONSOR SALAH SATU CALON,
Apakah kalu menjadi SPONSOR mau supaya yg disponsori KALAH?. Cuma orang GILA dengan TOLOL.
Jadi soal STATISTIK khan cuma soal ANGKA2, JUGA BISA DIATUR, di Indonesia terkenal dengan rekayasanya.
saya kira komentar sodara Frangky_jp itu yang PATUT direnungkan bahkan disimak menurut rombe.
KAWAN2 SETUJU TIDAK PEMILUKADA SULUT DI ULANGI.. DAN KITA SEMUA MEMINTA UNTUK PERGANTIAN ANGGOTA KPU YANG LICIK DAN LAKNAT>… SAYA SUMPAHI TIDAK PERNAH MERASA DAMAI DALAM HIDUP!!
HarusNya Kita Harus Benar2 Mengerti Bagaimana Kinerja LSI…dan Kredibilitas Mereka Selama Ini….. Kesalahan Yg Muncul itu Kesalahan Operator Komputer MetroTv dan Itu Sudah Di Akui….dan Kecerobohan Itu tidak Merubah Hasil Akhir Yg Mereka Publikasikan Berdasarkan Survey Mereka….. Ingat Baik2 Mereka Tidak Pernah Gagal…..
Ada Statmen:::akh Mengapa Harus Percaya Pada Mereka????Percayakan Saja Pada KPU….. ::: Nah Loh…Ingat Mereka Hadir Karena Dorongan Kebutuhan Kita dan Ketidak Sabaran Kita Akan Informasi Cepat Pemenang Pemilu…… Saat Kandidat Anda DiRugikan…Begitu GampangNya Kalian Mengejek Bahkan Memfitnah Mereka……. Mereka Juga Memiliki Metode Jitu….dan Selama Ini Terbukti Mereka Tepat Dalam Memprediksi Pemenang Pemili Nasional Dan Daerah………
Mereka Punya Cara Kerja dan Metode Khusus…Mungkin Kalau Anda Kuliah Dan Mengambil M.K Statistik Pasti Anda Akan Mengerti…Tapi Jika Tidak…. Lebih Baik DIAM…. Biar Ngak Kelihatan TOLOL…….
Statistik membicarakan metode mengumpulkan, menyederhanakan dan menyajikan data sehingga bisa memberikan informasi. Random sampling mengambil sampel secara acak. Survey berbeda dengan Sensus. Survey hanya keterwakilan sampel. Semakin banyak sampel linier dengan signifikansi keakuratan data, hasil akan lebih dipercaya, otomatis semakin banyak sampel tentunya biayanya akan lebih banyak pula. LSI butuh dana dari mana?? Siapa/badan Yang membiayai LSI ??. . Kita lihat sampel 410 TPS di layar TV, mewakili jumlah TPS di Sulawesi Utara kurang lebih 1.788. Jika cara mengambil sampel bersifat ACAK maka keterwakilan sampel akan normal dan menyebar rata. Jika pengambilan sampel di homogenkan (diambil dititik tertentu saja) dalam hal ini hanya subjektifitas yang membuat survey saja, maka level kepercayaan sangat menurun. Contoh : jika lembaga/peneliti hanya mengambil sampel-sampel kemenangan ditiap TPS sebanyak 410 jumlah sampel, maka akan didapat data tidak normal, karna tidak diacak/randomize. Berbahaya jika penelitian tersebut hanya kepentingan tertentu (by order) hanya untuk trade, branding/membuat ‘kapling’ dikepala orang…public opinion..bertujuan menggiring opini publik bahwa data ini valid. Seorang peneliti harus jujur, terbuka, netralitas dikedepankan. Sederhananya bahwa peneliti hanya mengambil data dari TPS-TPS yang di menangkan oleh kandidat tertentu, itu berarti awal dari kejahatan subjektif pelaku untuk kelak memanipulasi suara real di lapangan. Hitungan survey yang hanya mewakili, menurut saya sangat tidak boleh dipakai dalam ranah politik praktis…membahayakan.. Sebaiknya hanya untuk. ‘benchmark’, data pembanding internal kandidat saja. Hitungan Real Count yang tingkat akurasi, level kepercayaan sangat tinggi…dengan catatan bahwa faktor pembatas/limited factor dianggap nol, jika ada toleransinya 0-1%. Faktor pembatas dalam konteks ini adalah komponen hierarcical/dependensi/independensi (KPU, Panwas, KPPS, PPK, Pala, Lurah, camat, gubernur/walikota/bupati, komponen birokrat, DPRD,). Suara rakay suara Tuhan (fox populi fox Dei). Sharing inilah kita yakini bisa membawa angin demokrasi pada jalan yang benar (on the right track of politically/ development knowledge) yang bisa dipercaya publik. Semoga. Be blessed, shallom.
qi qi qi qi, ini Rombe tarapu talalu jago…rupa tusungguh jo,seperti tau samua…sapa jo tu jadi…sama????? tong pe karier, balanga, kebahagian bukan dorang yg tentukan….
LSI 33.14%, manado post 31.2 % ck ck ck….. co ngoni lia bae2 ini angka simak butul2, LSI pe scor adalah scor “public opinion” , plus MP lsg tambah dgn presiden se slamat. pe capat, kang? Opini terbentuk dengan menguasai media, dan juga memancing feed back dari masyarakat. Scor ka dua 31.2 % ..cuma sadiki kurang 1.29 % dibawah 30% (untuk bisa diulang) sementara lawan lawan berkisar 20-25 %. secara politik nilai ini akan beking para politisi partai yang kalah baku lempar bola mustinya kwa kalu torang bagiini bagtu, dst sampai diskusi tak berujung. Tapi Org statistik melihat gampang, Prosentase ini “too good to be true”. Hehehehee,
Lepas katu dari itu, ada satu kelebihan SHS yang tidak dipunyai oleh para lawan-lawan politik. Mereka mengabaikan “analisis ilmiah” yang selalu digunakan SHS grup, dengan melibatkan segudang pakar. Para ilmuan diberbagai bidang ilmu ini rata2 kemampunannya jauh di atas kepala Dinas Propinsi. Mereka ini menjadi sparing partner SHS setiap saat. Pepatah tua bilang biar nda ba”kutu” kalu bergaul dgn orang bakutu pasti banyak kutu. Belum lagi ditambah birokrat2 purnabakti.
Sementara calon lain lebih percaya pa “bisikan Lingkaran dalam”, massa fanatik militan yang di “bina” dengan tunjangan khusus, serta penasehat penasehat ajaib partai masing2 yang banyak jual kecap di jalan roda, yang kebenaran infonya maksimum 50 %.( Contoh; isu berita bahwa Kajati punya rumah dan diberikan oleh Gubernur, so nda rasional itu dan susah dibuktikan) paradigma lama..kata..?1?
So, Pasti kalah dgn SHS……musti akui itu. Para pakar SHS ini bukan orang2 ABS, mereka berani mengkritik SHS dan berlomba memberikan usul serta solusi yang terbaik dan dibahas bersama. Mereka ini tidak pusing dengan “popoji dan posisi” mereka.,
Apa SVR, E2L, RML Apalagi VAP, punya “penasehat” yg model rupa dorang? kita kira nda ada. Belum lei SHS pe relasi di Pusat. Jadi hehehe, so boleh dapa lia sapa tu tonaas di antara para tonaas. Namun marilah kita sabar menunggu saja pleno KPU, oy toh….
Berarti stow itu issue2 rekaman pembicaraan terkait Pilkada yg dulu heboh nyanda butul kang.
http://www.tribunmanado.co.id/read/artikel/3965
http://www.tribunmanado.co.id/read/artikel/3966
ckckckckcck
hebat yah gub SHS bisa membangun tanpa korupsi
buat bro & sist tolong jawabannya
ini muncul dr hati nurani atau kah hanya semboyan kampanye belaka
thx GBU All
yah, beginilah politik. biar logika dorang so nda ja pake. skarang kalo torang pe pasangan yg kebetulan di atas bagemana? untuk lembaga LSI takira depe kredibilitas so lumayan bagus, waktu pemilihan presiden yg lalu depe hasil cuma beda tipis deng kpu. memang hasil dari kpu yang resmi, hasil dari survey kan cuma pembanding, noh kalo depe beda banyak berarti yang survey musti blajar ulang. bagemana? setiap pertandingan ada yg untung ada yang kalah, selamat for yang untung, deng yang kalah musti sabar kong boleh basiap for periode brikut.
tetap E2L sang juara…….liat aja nanti hasil KPU ,semoga TUHAN maha tau…..
Orang KAWANUA jangan mau diadu domba pesta demokrasi telah selesai. Siapa yang so tapilih, dia torang p Gubernur samua “TORANG SAMUA BASUDARAH”
calon satu d menangkan Oleh Ini dan calon satu d Menangkan oleh ini, jadilah perpecahan, mau blng apa kang . sudah banyak contoh (AMBON)
Lia j contoh d ambon , apa yg terjadi hancurrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr………………..
heran kok bisa2 saja orang dari luar mengatur sulawesi utara……….hati2 terhadap kejahatan Demokrasi yang Ter-Struktur dengan Rapi.
hei… Temang2 jangan dulu baku cerita jaha, itu LSI bukang baru disulut dorang da beking perhitungan cepat, kage sapa tau betul ato beda2 sadiki, jadi tenang2 dulu nanti tunggu jo pengumuman KPU.
Kiapa torang mo percaya pa LSi dorang grup yang menyatakan ORANG MAKASSAR BELUM LAYAK JADI PRESIDEN….TOH….heran lei kwa kiapa SHS pake pa dorang, Mar so paket bagian dari sindikat …. link Malarangeng,
so itu cara cara Lebih cepat… lebih baik.. lebih ruci……susah KPU mo netral dari pertama so dapa lia keberpihakan. Dusta kalu Livie nda kenal baik SHS, restu menjadi Ketua KPU pasti ada intervensi….
Yah dari pada saki kapala….. kang….
Wooooiiii……
Kalo bagini bisa gawat………!!!
bisa2 KPU Sulut terpengaruh deng hasil survei LSI
manjo tare torng bardoa pa TUHAN bekeng tu KPU netral
deng mudah2an KPU-KPU samua bisa di AUDIT, amen
Keadilan bisa dipasung, tapi kebenaran akan membebaskannya HIDUP RAKYAT SULUT !!!!! Torang Samua Basudara…
Marijo torang bersyukur samua…serahkan kepada KPU untuk melaksanakan dorang pe tugas sampai selesai… sapa yang jadi itu do pasti berkenan pa Opo Wana Natas. Tuhan Yesus memberkati torang samua.
Oh bagitu,
Tagal itu lebe so dapa tau permaian ruci. Jelas kwa skali. Dari hasil komentar-komentar ini torang so boleh ukur tu “clear count” sapa tu ruci.
bos……
Hasil Quick Count berdasarkan hasil perhtngan suara d TPS, jadi nda ada tu mo karang2 n knpa abis ba coblos kong so ada…??? tu krna sblm prhtngan suara LSI msh ba wawancara dengan masyarakat tagal tu so dpa tau boleh brapa % pasangan calon no 1,2,3,4……….
kalo blum mngarti, cari mangarti spya mo tau drimna tu hasil perhtngan….
kalu lsi memang betul,kase bilang kwa tu daftar tps ada ambe akang sampel.kong berapa tu suara tiap cagub di tps tsb.kage lei tu tps cm ambe yang basis dari calon tertentu.atau tu data so talaeng.kalu kase bilang tu tps yang ada ambe akang sampel,deng masyarakat lei boleh mo nilai.betul?
Cara curang bisa masuk Jurang, hati-hati jgn main curang, bagitu tu bersih… LSI memanipulasi data yg bikin warga resa dan gelisa, nintau mana yg butul. KPU jgn dengar pa dorang tetap pada pendirian tegakkan tu kejujuran dan keadilan, memang jo samua hanya sandiwara ni LSI… Kage ni pemilihan kuntua kong smo ada pake LSI pembohong samua ityu…
LSI adalah Lembaga yang sudah tidak menjaga nama baik sendiri,sudah tidak punya etika dalam mengadakan survei,,,!! dalam wawancara juga belum ditetapkan sudah kasih selamat. kasihan calonnya nanti kalo nda menang,,kan malu sendiri,,,! makanya jangan sembarangan ngomong kalo belum sah!
Kepastian dan keputusan ada di tangan KPU……..
Mar ni orang2 KPU le dia pe orang2 samua………
ABIZZZ kwa…………!!!!!!!!!
Heran kalu diberita laeng pendukung Sudah Harus Stop mati2 an membela ..diberita ini nada ada dari mereka2 yang nongol kase komentar. Berarti indikasi kuat terjadi manipulasi quick count disejui juga bagi yang berpihak ya? walauhalam
Kalau begini. potensi konflik fisik di depan mata. Semua pihak harus sabaaar dan berkepala dingin!
sumber : http://www.swarakita-manado.com/
8 kotak ”misterius” ditemukan di Minut
Ini masalah besar bagi masyarakat,,, apakah ini trik baru atau sudah lama, dari oknum2 yang licik dan curang untuk pemenangan.
Bagaimana jikalau Kotak2 Suara dari TPS (yang asli) ditukar dengan Kotak2 Suara Siluman yang sudah dimasukkan kertas2 Suara Palsu alias sudah di coblos dengan memperbanyak calon tertentu.
WASPADALAH !!!
kalo memang ada indikasi, perlu ada investigasi tentunya oleh panwasda dan bagi tim yg merasa di manipulasi.. siapkan data se lengkap2nya dan bisa ajukan keberatan dari tingkat ppk kalau perlu sampai ke mk.. yg penting jangan sampai rakyat yg jadi korban dan yg terpilih adalah betul-betul sang pemenang yg sebenar2nya bukan menang hasil rekayasa!
So dr awal itu Kampanye damai so di sepakati oleh seluruh Calon Gubernur & Wakil Gubernur,Kyapa kong salah satu calon bole mo pengaruhi itu lembaga2 survey spy dp popularitas deng %tase pemilihan bole capai 30%+1.Padahal yg berhak mo tentukan dp hasil dr KPU.Berarti nyanda siap kalah dang?????Jangan dengan cara yg “RUCI”kwa.Mari trg bertarung scra sehat.kong trimalah hasil itu dengan sportif.
Sedangkan qta baru abis ba coblos,,,,ini brita so di tayangkan di TV swasta.bahwa Salah satu calon menang di atas 30%.Ini so pembohongan Publik.Klu misalkan calon itu menang,,,,,berarti trg siap2 di bohongin trus menerus selama 5 Thn.
-Sudah Harus Singkirkan- pemimpin yg model bagitu.
-Seharusnya Visi Rakyat- yg di utamakan.
Betul skali mar jadi soal karena lembaga itu juga menjadi sponsor pa SHS, tetap tidak fair.
wah .. lebih aman, kalo kita menunggu hasil perhitungan MANUAL versi KPU.
jika hal ini benar adanya, tentunya akan sangat mempengaruhi KEWIBAWAAN lembaga survey!
Masyarakat SULUT, mari jo usir LSI deng lembaga2 survei di SULUT. Dorang mengganggu stabilitas deng menciptakan gejolak!!!
Mana yang paling penting deng resmi? KPU atau LSI ato lembaga survei laeng???
Di SULUT, banyak orang cerdas deng berpendidikan… jadi, tunggu jo berita resmi dari KPU.
LSI deng survei laeng cuma “informasi”, deng dorang kuak bukang lembaga negara kang???
LSI mungkin terima order (berarti banyak doi noh!!!) dari orang yang banyak doi deng mungkin juga dari pemerintah.
Torang lia jo dia pe metodologi sampling, kalo akurat, tantu hasil akan mo mendekati kenyataan. Kalo ternyata tu lembaga survey pe hasil bias terlalu tinggi kase banding dengan tu hasil KPU nanti, berarti dorang pe kemampuan be-sae, nda usa pake-pake pa dorang.
Mar kalo tu dorang pe hasil nanti akurat dengan hasil KPU, bagusnya tu yang merasa ‘kalah’ ato ‘dikalahkan’, terima jo dengan hati besar. Msih ada 5 tahun depan. Viva Sulut!