Berita Utama

Dua Kepala Daerah PDIP Terlilit Dugaan Korupsi

image
Constantine Ganggali dan Toni Supit (kanan). (foto: ist)

Manado – Mencuat kabar soal dugaan kasus korupsi yang melanda pemerintahan Constantine Ganggali di Talaud dan Toni Supit di Sitaro. Kedua bupati ini merupakan kader PDIP.

Ganggali disebut-sebut terlibat dugaan korupsi dana hibah bantuan bencana alam Talaud dan Bansos tahun 2007, semasa dia masih menjabat sekretaris daerah kepulauan Talaud. Statusnya sebagai tersangka telah dibenarkan Polda Sulut selaku pemeriksa, kepada media di Manado baru-baru.

“Kami akan menjalankan sesuai mekanisme yang diatur, di antaranya gelar perkara dan pemanggilan kembali kepada yang bersangkutan untuk dimintai keterangan,” demikian diungkapkan Kepala Subdirektorat I Tipikor Polda Sulut, AKBP William Simanjuntak, sebagaimana dikutip dari shnews.co pada Kamis (15/8). Shnews menulis, Simanjuntak pula yang menyebut status Ganggali sebagai tersangka.

Sementara Toni Supit, dikabarkan telah dilaporkan sejumlah pihak ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait dugaan korupsi pada APBD 2008. Dokumen laporannya sudah diterima penyidik KPK. Para pihak yang jadi pelapor juga memastikan, KPK segera masuk ke tahap penyelidikan terhadap dugaan tersebut.

Supit baru saja terpilih lagi sebagai Bupati Sitaro melalui Pilkada Juni 2013. Sebentar lagi Ketua DPC PDIP Sitaro ini akan dilantik bersama wakil, Sisca Salindeho. Sementara Ganggali telah ditetapkan sebagai bakal calon Bupati PDIP di Talaud, yang nanti akan menggelar suksesi kepala daerah Oktober 2013. (shn/ady putong)

13 tanggapan untuk “Dua Kepala Daerah PDIP Terlilit Dugaan Korupsi”

  1. kabar??? Baik baik saja…’

    Apanya yang tabongkar??.. kalau Tenda2 yg dipakai untuk syukuran kemenangan, sudah’..somulai bongkar” setelah beberapa bulan dipakai”.

    stroke???
    baru umur 52 thn mo stroke, pikiran sehat di selingi dgn kemenangan di mana2.
    justru yg ditemani Kekalahan pikiran tidak stabil, Rawan serangan jantung mengakibatkan Mailate”hehehe

    Perjalanan masih panjang!!
    Benar skali, 100 untuk ungke.””

  2. HALO T MANdul,, gimana kabar?? petarung??… so mulai ta bongkar kang.??? jangan dulu stroke ne,,perjalanan masih panjang

  3. Baru dapa predikat pengelolaan administrasi baik so di lapor bagemana di tahuna lalu disklimer kasiang orng2 ini so nya jalan laeng mo cari hidop. Mati jo kong jang ba spok baru hidop so baspok.

  4. halooo..apa kabar bung einstein,,?
    Bagaimana dengan Aktifitas terbaru.., sibuk tentunya/tetaplah fokus.’;

  5. Saya akan menyambut kedatangan KPK di Kep.Sitaro Agar nantinya tidak akan tersesat.

    saya meminta kepada pihak pihak yang melaporkan terkait “dugaan” korupsi APBD 2008 untuk menahan diri.., karena KPK tidak seGoblok otak kalian,,,cobalah cerdas sedikit..!!

    **untuk T.MAN BANCI …,,,di sini bukan tempatnya Banci” sepengetahuan saya banci itu Cuna Tau..ISTOL..dan kayaknya tempat anda bukan di sini, cobalah ke TKB MANADO mungkin itu tepatnya, OK**

  6. Tambahan lagi kalo yg di sitaro terkait APBD 2008,seperti kita ketahui bersama Toni supit di lantik pada bln september 2008 bole di bilang sisa anggaran thn tersebut hanya utk bayar gaji dan belanja rutin bgm mo korupsi????kita juga bisa bilang dan tulis kita sdh melaporkan opa winsu ke kpk,kan gampang bisa lapor secara on line.jadi berita ini terlalu tendensius.

  7. Berita yg aneh,perlu di ketahui status ganggali sdh tersangka dan status toni supit hanya di laporkan ke kpk,dan yg melapor ke kpk adalah sumitro jacobus,harto narasiang dll,org2 tersebut sdh melapor ke kpk sejak thn 2010 bukan nanti skarang.dan kalo hanya di lapor bukan cuma toni supit yg di lapor shs,vreeke runtu,vecky lumentut,hany sondakh semuanya juga sdh di lapor ke kpk,bahkan moha siahaan skarang sdh jadi terdakwa di pn bolmong,sby pun di lapor.anehnya lagi winsulangi salindeho yg sdh nyata2 menjadi terperiksa di polda tdk di angkat beritanya.jadi kesimpulannya semua org bisa melapor masuk saja situs kpk di situ bisa di lapor.pertanyaannya laporannya di tindak lanjuti tdk????kita ketahui bersama yg melapor toni supit adalah org2 salera yg tdk bisa menerima kekalahan dari opa winsu motifnya adalah sakit hati dan tidak bisa menerima kenyataan.

  8. Sapa bilang dorang korupsi.. tidak mungkin.. dorang kan banyak doi.. Kaya.. apa lagi bupati sitaro terpilih. Sapa mo blok.. takaleokang Polo. Itu pasti kata kata petarung. Hahhaha.

  9. Mantap–, bongkar.. bongkar..bongkar..jangan cuma di Sanger..Lanjutkan Minahasa, Mitra, Bitung, Minsel…trus bale 17 Agustus.. Merdeka..Merdeka..Merdeka…

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara