Agama dan Pendidikan

Dua Jam Penuh Makna: Gubernur Sulut dan Uskup Manado Duduk Bersama dan Berbagi Cerita

Dua Jam Penuh Makna: Gubernur Sulut dan Uskup Manado Duduk Bersama dan Berbagi Cerita
Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, berbjbcang santai dengan Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Rolly Untu, MSC.

Manado, BeritaManado.com — Suasana kekeluargaan menyelimuti kantor Keuskupan Manado dalam pertemuan antara orang nomor satu di Sulawesi Utara, Gubernur Yulius Selvanus, dengan gembala umat Katolik Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Rolly Untu, MSC, pada Rabu 28 Oktober 2025.

Tepat pukul 15:35 WITA, Yulius Selvanus tiba di Keuskupan Manado dan langsung disambut dengan senyum hangat oleh Bapa Uskup.

Agenda utama dari perjumpaan ini tak lain adalah silaturahmi, mempererat tali persaudaraan antar-pemimpin di Bumi Nyiur Melambai.

“Ini menjadi kali kedua saya duduk di kursi ini dan duduk bersama dengan bapa uskup. Kali pertama duduk di sini ketika saya mencalonkan diri menjadi Gubernur Sulut,” tutur Gubernur.

Sambutan gembira juga datang dari Bapa Uskup yang menyatakan rasa senangnya karena mendapat kunjungan kehormatan dari Gubernur.

“Saya senang karena bapak sudah datang mengunjungi kami, dan terima kasih juga sudah mendukung kegiatan Gereja Katolik selama ini, khususnya di wilayah Sulut ini,” ucap beliau tulus.

Dua Jam Penuh Makna: Gubernur Sulut dan Uskup Manado Duduk Bersama dan Berbagi Cerita
Gubernur Sulut Yulius Selvanus saat kunjungi Keuskupan Manado dan disambut Uskup Mgr. Benedictus Rolly Untu, MSC.

Pertemuan yang berlangsung santai, cair, dan hangat ini memakan waktu hampir dua jam.

Dalam obrolan yang mengalir, Gubernur banyak berbagi tentang perjalanan pemerintahannya, serta pengalaman dan tantangan yang dihadapi, di mana semuanya bermuara pada satu tujuan, yakni kemajuan Sulawesi Utara tercinta.

Gubernur tak lupa menekankan pentingnya disiplin dalam bernegara.

“Mari kita tertib dalam merencanakan, dan juga tertib dalam administrasi,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan bahwa meskipun pemerintah selalu mendengarkan masukan masyarakat, penyelesaian masalah memerlukan proses.

“Tentu masalah yang dihadapi tidak dapat ditangani semudah membalikkan telapak tangan,” imbuhnya.

Momen hangat ini tak hanya sekadar berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi kesempatan emas untuk saling memberi masukan.

Bapa Uskup pun turut bercerita tentang pengalaman pelayanan di Keuskupan Manado yang sangat luas dan membuka peluang kerja sama yang bisa terjalin dengan pemerintah.

“Gereja tentu harus berjalan berdampingan bersama pemerintah, demikian juga sebaliknya. Tentu dua hal ini tidak dapat dipisahkan,” kata Bapa Uskup.

Mengingat luasnya wilayah Keuskupan Manado, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan, misalnya untuk kegiatan-kegiatan Gereja Katolik yang akan datang.

Di tengah perjumpaan akrab itu, hadir pula perwakilan dari panitia Pesparani Sulawesi Utara yang turut memohon dukungan dari Gubernur.

Tanpa ragu, Gubernur menjanjikan dukungan penuh dan menyatakan akan berusaha hadir, kecuali jika ada agenda mendadak yang tak terhindarkan.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara