Amurang – Meski belum mampu meraih penghargaan Piala Adipura untuk kategori kota kecil, namun bukan berarti penataan di Kota Amurang dibiarkan begitu saja, tanpa adanya perhatian dari pemerintah daerah, dalam hal ini instansi terkait.
Pasalnya, dari pantauan beritamanado.com, di tengah pusat kota Amurang saat ini ada begitu banyak air yang mengalir di sepanjang jalan yang berasal dari cucian pakaian, alat makan bahkan MCK sejumlah toko dan ruko. Ironisnya, keadaan seperti itu telah berlangsung cukup lama. Akibatnya, aliran air tersebut mengalir di sepanjang jalan sehingga menimbulkan kubangan dan mengganggu keindahan kota.
Terang saja hal ini langsung mendapat sorotan warga. “Sampai dengan saat ini belum ada perhatian dari pemerintah atau instansi terkait. Dan jika terus dibiarkan, bukan tidak mungkin hal ini akan menjadi sumber penyakit yang bisa membawa kerugian bagi masyarakat sekitar,” ujar Alon Rumagit warga Ranoiapo.
Lanjut dikatakannya, harusnya instansi terkait dalam hal ini kantor kebersihan tanggap dengan keadaan ini dan segera memperhatikannya. “Kita kan ada kantor kebersihan kenapa tidak difungsihkan?,” tukasnya. (tim bm)
