
Sangihe, BeritaManado.com – Petani Sangihe terbilang sukses dalam memanfaatkan hasil bumi yakni holtikultura.
Keberhasilan para petani ini banyak dijual di pasar-pasar tradisional di Sangihe.
Tetapi, dari jeri lelah mereka ada pihak-pihak atau oknum yang tidak bertanggung jawab, akibatnya beribas pada petani.
Menurut Bupati Jabes Ezar Gaghana SE ME, petani Sangihe telah dirugikan oleh tengkulak. Sementara dari harga jual petani lebih tinggi dari tengkulak ini.
“Para tengkulak telah merugikan para petani kita, petani Sangihe. Padahal petani yang berjelri lelah, tetapi mereka (tengkulak) yang menikmati. Bila dicontohakan, harga jual petani di pasar Rp. 30 ribu per kilo, tetapi sampai ke tengkulak dijual dengan harga diatas sekitar Rp. 50 ribu per kilo,” kata Gaghana, Jumat (13/9/2019).
Sehingga orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini meminta agar instansi terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperndag) Sangihe dapat mengawasi para Tengkulak ini.
“Harus segera disikapi oleh Disperindag, jagan biarkan mereka menjamur di Pasar tradisional, berikan kesejahteraan terhadap petani kita, agar harga jual mereka mendapat keuntungan,” ujar Gaghana.
Untuk itu dirinya meminta, agar para pejabat yang ada di Pemkab Sangihe dapat membeli hasil bumi petani Sangihe di pasar tradisional.
“Semua jajaran Pemkab Sangihe agar bisa membeli hasil pertanian petani lokal,” pungkasnya.
(Christ)
