Wisata dan Kuliner

Disbudpar Minsel Cuma Jago ‘Toar-Limimuut’

AMURANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Minahasa Selatan dianggap hanya jago ivent Toar-Lumimuut setiap tahunnya digeber. Sementara banyak objek wisata sebut saja Pantai Moinit Tenga, Batu Dinding-Tebing Kilo 3 Amurang, wisata religius Bukit Doa Pinaling, wisata sejarah Benteng Portugis terbengkalai alias tabiar.

“Hingga kini instansi teknis tak dapat berbuat lebih, menggenjot pariwisata Minsel. Malah hanya berdalih anggaran minim menjadi pemicu keterbatasan promosi atau sosialisasi. Selain itu, alasan sejumlah wisata menarik nan unik ini milik beberapa orang atau warisan sehingga menjadi kendala tersendiri,” tukas aktifis lingkungan KPA Cliff Hanger Amurang, Sanly Lendongan dan Ricky Ulaan, Rabu (14/12).

Lanjut mereka, Pantai Moinit dengan air panas laut dan Batu Dinding dengan tebing menjulang tinggi dari bebatuan kali dengan kontur batu begitu apik tersusun rapih adalah fenomena alam yang luar biasa, merupakan objek wisata unik, satu-satunya yang ada di Indonesia bahkan dunia sekalipun. Namun belum mendapat perhatin serius dari pemerintah, bahkan terkesan tidak ada gebrakan oleh instansi terkait, sehingga mereka mengganggap pariwisata di Minsel jalan ditempat.

“Bayangkan saja Kabupaten Minahasa Selatan pada 27 Januari 2012 berumur 9 tahun, namun pengembangan pariwisata maupun kebudayaan tidak ada gebrakan berarti. Sontak saja pariwisata Minsel dianggap jalan ditempat. Mirisnya lagi, instansi terkait tersebut berdalih minimnya anggaran promosi maupun sosialisasi menjadi hambatan,” ketus mereka lagi. (ape)

Komentar ditutup.

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara