
Minut, BeritaManado.com – Potensi alam Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memiliki nilai jual yang tinggi jika dikembangkan secara serius.
Olehnya, Pemkab Minut melalui Dinas Pariwisata ikut mendorong desa-desa agar dapat mengembangkan potensinya menjadi desa wisata.
Selama tiga hari, 14-15 Juli 2022, 40 perwakilan warga dari 20 desa wisata kategori rintisan dan berkembang digodok dalam pelatihan bersama yang dilaksanakan di Hotel Cocotinus di Desa Kimabajo Kecamatan Wori.
Kepala Dinas Pariwisata Minut Audy Sambul mengatakan, Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung memiliki visi yang kuat agar Minut menjadi magnet bagi turis lokal dan mancanegara apalagi Likupang masuk dalam DPSP bahkan sejumlah desa juga mendapat predikat Desa Wisata Tingkat Nasional.

Guna menunjang visi tersebut, pada pelatihan kali ini para peserta mendapatkan ilmu tentang pengelolaan desa wisata dengan pemateri dari praktisi pengelola desa wisata, asesor kompetensi pariwisata dan dari Asosiasi Desa Wisata (ASIDEWI) Sulawesi Utara Prof Lagarense, MM. Tour dan Dr Pratidina Tenda.
”Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi pengelolaan desa wisata yang baik karena desa wisata adalah desa yang dijadikan tempat wisata karena daya tarik yang dimilikinya. Bagaimana kita menyajikan integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung serta kiat kiat dalam memaduhkan suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku,” kata Audy Sambul, Jumat (15/7/2022).
Sambul menambahkan strategi yang tepat dalam mengembangkan desa wisata di Indonesia adalah melalui konsep Bhinneka Tunggal Ika yang mencerminkan keberagaman kebudayaan, tradisi, keindahan alam, kerajinan dan lain yang menjadi identitas kemudian menjadi satu konsentrasi destinasi wisata.
”Harapan tentu lewat pelatihan ini bisa menghadirkan strategi strategi jitu oleh para peserta dalam mengelola desa wisata yang baik yang juga menunjang program hebat Bupati dan Wakil Bupati,” kata Sambul.

Selain materi, para peserta pelatihan juga melakukan praktek lapangan agar peserta bisa berhadapan langsung dengan masyarakat dan mengimplementasikan materi yang diperoleh selama pelatihan.
(Finda Muhtar)
