Langkah kedua yang akan dilakukan tahun 2022 ini adalah market penetration dengan mempertahankan loyalitas nasabah yang ada saat ini yaitu bagaimana melakukan hubungan dengan nasabah lewat digital banking karena digitalisasi merupakan harga mati bagi perbankan saat ini.
”Kita akan terus melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan selama empat tahun terakhir ini melalui produk-produk digital bank,” kata Revino.
Kemudian produk development yang berkaitan dengan market penetration di mana BSG akan melakukan diversifikasi dari seluruh produk yang ada menuju pada digitalisasi.
”Kita akan mengurang body contact antara bank dan nasabah kemudian secara internal sistem juga akan menuju kepada digitalisasi, baik itu prosedur prosedur maupun sistem intrenalisasi yang ada di bank,” ujar Pepah.
Sementara target pencapaian tahun 2022 yang akan dilakukan BSG diantaranya peningkatan aset Rp.18.882 miliar lebih atau bertumbuh sebesar 10, 93 persen.
Begitupun untuk modal inti ditargetkan menjadi Rp1,787 triliun lebih atau 15,93 persen, kemudian perolehan dana pihak ketiga ditingkatkan menjadi 14, Rp930 milyar lebih.
Sementara untuk penyaluran kredit tahun 2022 direncanakan sebesar Rp.14,107 miliar lebih dengan pertumbuhan 7,08 persen serta laba bruto direncanakan sebesar Rp 301,267 miliar.
(***/srisurya)
