Mitra

Diduga Lecehkan Tim COVID-19, James Sumendap Polisikan Oknum Anggota DPRD Mitra

Diduga Lecehkan Tim COVID-19, James Sumendap Polisikan Oknum Anggota DPRD Mitra
Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap.

Belang – Rasa solidaritas berbagai elemen masyarakat di Minahasa Tenggara (Mitra) yang disalurkan dalam suatu tindakan membentuk relawan pengubur jenazah korban diduga dan atau positif COVID-19, ternyata mendapat respon negatif dari seorang oknum anggota DPRD Mitra.

Langkah yang didasari rasa kemanusiaan yang di tengah situasi darurat COVID-19 bukan hanya menjadi secercah harapan saja, melainkan penyuluh semangat agar seluruh elemen masyarakat dapat terus berkomitmen untuk bersatu dan bersama-sama menunjukkan kepedulian sehingga tak ada penolakan dan tindakan diskriminatif akan korban COVID-19, justru diduga dilecehkan oleh oknum anggota DPRD Mitra dari Fraksi Gerindra.

“Saya mendaftar yang ke tujuh setelah ada teman lain mendaftar. Ini bukan mencari popularitas karena saya sudah dua periode dan yang kedua lawan kotak kosong. Saya tidak punya mimpi politik untuk Mitra, saya cuma punya mimpi masyarakat Mitra tetap sehat,” ungkap Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap, Senin (29/4/2020).

Lanjut dikatakannya, jajaran Pemkab Mitra bersama TNI-Polri setiap hari bekerja untuk rakyat Mitra dan tidak ada yang dibiarkan.

Dirinya yakin bahwa semua warga Mitra berusaha dan menginginkan agar tidak ada warga yang terpapar.

Namun jangan kami dilecehkan. Saya sudah instruksikan tim COVID-19 Mitra lapor ke polisi. Kalau ada unsur, saya minta Kapolres Mitra tangkap oknum tersebut. Saya bertanggung jawab, saya pelapor,” tandas James Sumendap.

Menurutnya, menjadi relawan pengubur korban diduga dan atau positif COVID-19 merupakan pekerjaan luar biasa karena tidak semua orang suka memikul jenazah, apalagi korban COVID-19.

“Saya bukan orang bodoh karena mendaftar menjadi pengubur jenazah, begitu juga Kapolres Mitra dan Kejari Minsel, serta forkopimda lainnya. Kami terpanggil dan kami terjaga, kalau terjadi sesuatu sudah kami antisipasi. Itu adalah pemimpin yang berakhlak dan bijaksana,” pungkas James Sumendap.

Lanjut dirinya menjelaskan, untuk dipahami bahwa ada surat dari Pemerintah Provinsi Sulut yang ditandatangani Gubernur agar kepala daerah di Sulut menyiapkan relawan pengubur korban diduga dan atau positif COVID-19.

Namun ternyata ada oknum anggota DPRD Mitra yang tidak jelas menolaknya. Itu anggota parlemen di dunia yang paling bodoh, serta tidak pantas sebagai anggota dewan terhormat,” tutupnya.

Terkait hal tersebut, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mitra AKBP Robby Rahardian, S.I.K mengakui bahwa sudah ada laporan yang masuk terkait informasi tersebut.

Kami akan klarifikasi terlebih dahulu sesuai dengan aturan. Nanti kami akan mengundang yang bersangkutan atau akan mengunjungi kediamannya,” tukas AKBP Robby Rahardian.

Lanjut ditegaskannya, bila nantinya memang terbukti maka bakal ditindaklanjuti dengan UU ITE.

(***/Jenly Wenur)

BeritaManado.com: Berita Terkini Kota Manado, Sulawesi Utara